356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB
356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama pihak terkait meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampar, Sabtu (22/8/2026).
baca 10 detik
  • Pemerintah memverifikasi 356 perusahaan terdampak karhutla di berbagai wilayah.
  • Korporasi yang terbukti sengaja membakar atau lalai menjaga lahan terancam sanksi berat berupa pencabutan izin lingkungan.
  • Pemerintah bersama 70 ribu lebih relawan memadamkan api yang kini mulai mereda akibat turunnya hujan.

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menyebut pemerintah tengah memverifikasi 356 perusahaan yang areal konsesinya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Korporasi yang terbukti sengaja membakar atau lalai menjaga lahannya terancam dikenai sanksi hingga pencabutan izin lingkungan.

Verifikasi dilakukan untuk mengusut kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam karhutla yang melanda sejumlah wilayah. Pemerintah juga akan memilah korporasi yang diduga melakukan pelanggaran dan perusahaan yang justru menjadi korban kebakaran.

"Kita sedang memverifikasi semua yang ada wilayahnya atau areanya terbakar di perusahaan-perusahaan, dan ini jumlahnya tidak sedikit, ada 356 perusahaan," kata Jumhur saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Jumat (30/10/2026).

Jumhur menjelaskan, luas lahan yang terbakar di area konsesi perusahaan sangat bervariasi. Ada yang hanya dua hektare, tetapi ada pula yang mencapai ratusan hektare. Areal perkebunan sawit juga termasuk dalam wilayah yang tengah diperiksa.

Menurutnya, tim verifikasi harus memastikan penyebab kebakaran sebelum menentukan langkah hukum terhadap perusahaan. Sebab, tidak semua korporasi yang lahannya terbakar otomatis menjadi pelaku pelanggaran.

"Ada juga perusahaan misalnya, sawitnya terbakar, kebunnya terbakar. Jadi tentu itu bagian dari verifikasi. Dan nanti akan kelihatan mana yang memang berbuat jahat gitu," tegasnya.

"Kita enggak boleh zalim pastikan, mana yang berbuat jahat, mana yang memang abai, setengah abai, atau memang dia perlu ditindak," tambahnya.

Meski demikian, Jumhur memastikan pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi berat, termasuk penutupan kegiatan usaha dan pencabutan izin lingkungan, disiapkan bagi korporasi yang terbukti bersalah.

"Sanksinya ditutup, dicabut izin lingkungannya dicabut," ujarnya.

baca juga

Di sisi lain, Jumhur mengklaim kondisi kebakaran mulai mereda seiring turunnya hujan di sejumlah daerah. Upaya pemadaman juga dilakukan secara intensif dengan melibatkan lebih dari 70 ribu relawan.

"Ada 70.000 orang lebih itu bekerja pagi, siang, malam memadamkan api, kalau tidak ada mereka, mungkin jauh lebih dahsyat gitu. Jadi kita hargai itulah," ungkapnya.

Terkait sorotan Malaysia dan Singapura terhadap penanganan karhutla di Indonesia, Jumhur menegaskan penegakan hukum tetap menjadi kewenangan pemerintah Indonesia.

Ia mengatakan, dugaan pelanggaran harus lebih dulu dibuktikan melalui verifikasi langsung di lapangan. Setelah itu, pemerintah akan mempertimbangkan kemungkinan pertukaran data dengan negara lain.

"Nah, kita sedang melakukan verifikasi itu. Nanti soal lanjutannya akan kita lihat apakah perlu pertukaran data atau tidak, kira-kira begitulah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Terkini

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Mengupas Kisah Unik dan Spektakuler di Serial Love, Death & Robots Volume 3

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×