- Listyo Sigit Prabowo merupakan lulusan Akpol 1991 yang sukses meniti karier hingga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
- Selama menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri pada 2020, ia berhasil menangkap buronan kasus korupsi Djoko Tjandra.
- Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden pada bulan Oktober tahun 2026.
Suara.com - Perjalanan karier Listyo Sigit Prabowo di institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melewati berbagai jenjang penugasan, mulai dari jabatan di tingkat kepolisian daerah hingga menduduki posisi tertinggi sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Perwira tinggi kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang memiliki pengalaman di bidang reserse, pembinaan personel, serta pengamanan kepresidenan.
Nama Listyo semakin dikenal publik ketika dipercaya menangani sejumlah perkara besar saat menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, termasuk penangkapan buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra.
Setelah memimpin Polri selama lebih dari lima tahun, Listyo kembali memperoleh penugasan di lingkungan pemerintahan dengan menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan pada Oktober 2026.
Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo di Kepolisian

Listyo Sigit Prabowo memulai pendidikan kepolisiannya di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1991 sebelum melanjutkan pengembangan kompetensi melalui pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), pendidikan magister di STIK-PTIK, serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Penugasan awalnya mencakup sejumlah posisi kewilayahan di Jawa Tengah, yakni sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pati pada 2009 dan Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Wakapolrestabes) Semarang pada 2010.
Pada 2011, Listyo dipercaya memimpin Polresta Surakarta sebagai Kapolresta, kemudian memperoleh penugasan di bidang reserse dengan menjabat Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2012.
Kariernya berlanjut ke tingkat kepolisian daerah ketika ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara pada 2013 sebelum mendapatkan penugasan di Sekretariat Militer Presiden sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014.
Pengalaman mendampingi presiden berlangsung hingga 2016, selanjutnya Listyo dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten dan memperoleh tanggung jawab memimpin organisasi kepolisian di tingkat provinsi.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2018, ia ditunjuk sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri yang memiliki tugas penting dalam pengawasan profesi, kedisiplinan, serta penegakan kode etik anggota kepolisian.
Pada 6 Desember 2019, Listyo mendapat promosi sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri untuk menggantikan Idham Azis yang kemudian menjabat Kapolri.
Selama memimpin Bareskrim, salah satu perkara yang menyita perhatian publik adalah penangkapan Djoko Tjandra pada Juli 2020 setelah buron selama sekitar 11 tahun dalam kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.
Bareskrim juga menangani penyidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada 2020 yang berujung pada penetapan 11 orang sebagai tersangka.
Puncak perjalanan kariernya di kepolisian terjadi ketika Presiden Joko Widodo mengajukan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR pada Januari 2021, kemudian mendapat persetujuan parlemen sebelum resmi dilantik pada 27 Januari 2021.
Selama menjabat Kapolri, Listyo memimpin institusi kepolisian dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat hingga masa jabatannya berakhir pada Oktober 2026.
Jabatan Listyo Sigit Prabowo Sekarang
Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara pada 1 Oktober 2026.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 dan menjadikannya penerus Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman yang sebelumnya memimpin Kantor Staf Presiden sebelum dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Serah terima jabatan Kepala Staf Kepresidenan dilaksanakan pada 5 Oktober 2026 di Gedung Bina Graha, Jakarta, sebagai bagian dari pergantian kepemimpinan lembaga tersebut.
Dalam menjalankan tugas barunya, Listyo menyebut pengalaman selama memimpin Polri memiliki keterkaitan dengan fungsi KSP, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, serta mengawal pelaksanaan program strategis nasional.
Peralihan jabatan tersebut menandai berakhirnya perjalanan Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan tertinggi Polri sekaligus membuka babak baru pengabdiannya di lingkungan pemerintahan.