Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB
Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?
Jumpa pers di Aliansi Jogja Memanggil bersama tim hukum di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Selasa (3/11/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Aliansi Jogja Memanggil dan LBH Yogyakarta mencatat 32 peserta aksi terluka akibat kekerasan di Malioboro pada 28 Oktober 2026.
  • Aliansi menagih janji Penjabat Wali Kota Yogyakarta untuk menanggung biaya pengobatan korban yang sempat harus dibayar secara mandiri.
  • Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan pembiayaan korban sipil ditanggung melalui Jamkesda dan Jamkesos sesuai wilayah domisili masing-masing.

Suara.com - Aliansi Jogja Memanggil bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mencatat sedikitnya 32 peserta aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro pada Rabu (28/10/2026) lalu mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan di lapangan.

Dari total 32 korban yang berhasil terdata oleh Aliansi Jogja Memanggil, sebanyak 8 orang menderita luka berat dan 24 orang lainnya mengalami luka ringan.

"Itu yang baru masuk ke kami, kami yakin sekali banyak sekali masa aksi yang juga mengalami luka-luka bahkan luka parah hingga tidak sadarkan diri itu juga belum bisa terdata," kata Perwakilan Aliansi Jogja Memanggil, Uli ditemui di Kantor LBH Yogyakarta, Selasa (3/11/2026).

Disampaikan Uli, kondisi medis para korban di lapangan sangat memprihatinkan dengan spektrum cedera fisik yang beragam akibat sabetan benda tajam, pukulan benda tumpul, hingga paparan gas air mata.

"Dari data juga yang kami himpun itu paling banyak luka itu adalah kepala bocor karena lemparan batu dan ada juga kepala bocor dipukul menggunakan batu," ujarnya.

"Kemudian, luka memar akibat pengeroyokan dengan benda tumpul ataupun benda tajam, sesak nafas dan mata kering karena dikurung gas air mata," imbuhnya.

Aliansi menuturkan bahwa beberapa korban bahkan harus mengalami tingkat cedera yang mengancam keselamatan jiwa dan membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit.

"Kondisi terparahnya itu hilang kesadaran, patah tulang dan juga ada dugaan gegar otak akibat pemukulan yang sangat brutal," ungkapnya.

Selain itu, Aliansi Jogja Memanggil turut mengungkap adanya praktik salah tangkap dan tindakan represif yang dialami oleh wisatawan yang bahkan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.

baca juga

"Kemarin kami juga sempat bertemu gitu ya dengan salah satu korban korban salah tangkap, dia juga merupakan orang yang baru pertama kali datang ke Jogja, kemudian ke tugu untuk melihat keindahan Jogja, tapi nyatanya ketika dia sedang naik motor tiba-tiba hoodie-nya ditarik oleh preman hingga ia jatuh dari motor lalu dipukuli dan hampir ditelanjangi," ungkapnya.

Tindakan intimidasi dan kekerasan fisik tersebut dinilai berlanjut hingga korban salah tangkap tersebut dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani proses pemeriksaan.

"Sebegitu brutalnya ketika dia dibawa ke kantor polisi, dia masih disiksa saat dia diinvestigasi oleh polisi, dia dipaksa mengakui ikut aksi dan sempat ditampar, ditonjok di bagian lukanya dan sebagainya," tambahnya.

Pengacara Publik LBH Yogyakarta, Royan Juliazka Chandrajaya turut mengonfirmasi skala cedera fisik yang dialami oleh para peserta aksi berdasarkan aduan resmi yang masuk ke posko hukum.

"Dalam aduan yang masuk ke kita, ini sekali lagi yang masuk ya, karena banyak sekali korban yang tidak masuk ke kita. Sejauh ini ada total 8 korban luka berat dan 24 korban luka ringan gitu, yang masuk ke dalam aduan kita," kata Royan.

Ia bilang tim hukum masih mencoba menghimpun data lebih lengkap terkait dengan kondisi para korban luka.

Tagih Janji Pemkot Jogja Soal Pembiayaan Korban

Di tengah proses pemulihan fisik para korban, Aliansi Jogja Memanggil menyoroti fakta bahwa sejumlah peserta aksi terpaksa harus melunasi sendiri tagihan perawatan medis di rumah sakit secara mandiri.

"Terkait pencairan pemulihan itu, ketika mau keluar itu korban itu tahunya dibiayai, sudah dibiayai oleh walikota, tapi ternyata tidak bisa dan akhirnya mereka harus membayar secara pribadi untuk bisa keluar," ungkap Uli.

Aliansi secara tegas menagih komitmen Penjabat Wali Kota Yogyakarta yang sebelumnya menyatakan akan memikul seluruh biaya pengobatan para korban dampak kericuhan Malioboro.

"Kami juga ingin menuntut statement Walikota Jogja untuk segera menaati apa yang sudah dia katakan bahwa dia akan membiayai seluruh pembiayaan masa aksi yang ada di rumah sakit, karena sampai hari ini beberapa masa aksi itu membayar secara pribadi," tegas Uli.

Rumitnya skema birokrasi dan perbedaan alur pengembalian dana (retur) di setiap rumah sakit dinilai kian menambah beban finansial bagi para korban yang harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

"Jangan sampai karena alasan administratif dan lain sebagainya korban-korban ini jadi tambah menjadi korban begitu. Dia sudah korban lalu sekarang menjadi korban lagi," tandas Uli.

Respons Pemkot Jogja

Merespons polemik penarikan biaya perawatan mandiri tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, memberikan klarifikasi bahwa skema pembiayaan telah dibagi berdasarkan pemetaan wilayah asal korban serta keanggotaan institusi.

Bagi korban yang merupakan anggota kepolisian sudah langsung ditanggung oleh institusi Bhayangkara.

Sedangkan untuk korban warga sipil beridentitas Kota Yogyakarta, Pemkot menjamin seluruh biaya pengobatan dapat ditanggung penuh melalui skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) karena masuk dalam kriteria korban kekerasan.

"Kemudian untuk korban yang berasal dari warga kota itu akan ditanggung oleh Jamkesda kota. Artinya pembiayaan rumah sakit akan ditanggung ya," ungkap Lana.

Lana menambahkan bahwa korban warga sipil yang berasal dari luar wilayah Kota Yogyakarta akan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan DIY melalui skema Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos).

"Nah, kemudian yang di luar penduduk kota, korban di luar penduduk kota itu akan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan DIY melalui mekanisme Jamkesos," tandasnya.

Mengenai keluhan pembayaran secara pribadi oleh pasien, kata Lana bahwa pada prinsipnya rumah sakit mitra tidak menarik biaya mandiri dari para pasien.

"Sebetulnya enggak ya (ditarik mandiri), selama rumah sakitnya itu kerja sama dengan Jamkesda, itu selama ini ya sudah jalan pembiayaan itu tidak ditarik dari pasien," ujarnya.

Pemkot Yogyakarta sejauh ini masih menunggu kelengkapan data verifikasi dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY serta pengajuan klaim resmi yang dikirimkan oleh pihak rumah sakit perujuk.

"Ya ini kami juga masih menunggu sih, belum ada tagihan klaim yang masuk ke kami sampai sejauh ini. Itu mereka sistemnya mereka klaim. Mereka nagihkan ke kami," pungkas Lana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:15 WIB

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 19:08 WIB

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:05 WIB

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 19:03 WIB

×