Siap-siap Prancis Lumpuh! Buruh Mogok Kerja, Mahasiswa Akan Pimpin Ratusan Ribu Pendemo

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 05 November 2026 | 14:48 WIB
Siap-siap Prancis Lumpuh! Buruh Mogok Kerja, Mahasiswa Akan Pimpin Ratusan Ribu Pendemo
Mirip Indonesia, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Anak Muda Prancis Lawan Rezim [Istimewa]
baca 10 detik
  • Ratusan ribu pekerja dan pelajar Prancis menggelar mogok massal menuntut kenaikan upah minimum.

  • Pemerintah menerjunkan 70.000 polisi untuk mengantisipasi potensi bentrokan dan kerusuhan di jalanan.

  • Pembatasan rute demonstrasi oleh otoritas Paris memicu kritik keras dari kelompok serikat buruh.

Suara.com - Prancis bersiap menghadapi aksi mogok kerja massal yang melumpuhkan berbagai sektor publik dan swasta pada Kamis waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia. Gelombang protes gabungan antara serikat pekerja dan kelompok pelajar ini diprediksi menyedot partisipasi hingga 700.000 demonstran di seluruh negeri.

Kombinasi kemarahan atas lonjakan biaya hidup dan ketimpangan ekonomi memperluas eskalasi kerusuhan yang sebelumnya digerakkan pelajar. Ibu Kota Paris sendiri diproyeksikan menjadi pusat konsentrasi massa terbesar dengan perkiraan 80.000 demonstran menduduki jalanan utama.

Iklim protes kali ini membawa tekanan baru bagi pemerintah karena menyatukan isu fasilitas pendidikan dan kesejahteraan buruh. Sektor transportasi rel, rumah sakit umum, hingga layanan pos dipastikan lumpuh total akibat mogok serentak ini.

"Ini akan menjadi mobilisasi yang kuat," kata Marylise Leon dari serikat buruh CFDT, dikutip dari CNA.

Dia memperkirakan jumlah peserta akan menyamai protes reformasi pensiun Prancis pada tahun 2023 yang melibatkan lebih dari 1 juta orang.

Tuntutan utama para pengunjuk rasa berfokus pada dorongan penyesuaian gaji pokok yang dinilai jalan di tempat. Selain penyesuaian upah minimal, massa mendesak reformasi pajak yang lebih adil serta perbaikan sarana belajar bagi generasi muda.

Merespons potensi gangguan ketertiban, aparat keamanan menerjunkan personel dalam skala besar di berbagai kota. Pemerintah berjanji menindak tegas setiap potensi kerusuhan yang muncul di tengah barisan pengunjuk rasa.

"Tanggapan yang sangat tegas" terhadap segala tindakan kekerasan atau kekacauan, tegas Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.

Langkah preventif ini diambil setelah serangkaian bentrokan keras terjadi pada gelombang demonstrasi sebelumnya. Polisi sempat menyemprotkan gas air mata dan meriam air guna memecah kerumunan pelajar yang memblokir akses jalan.

baca juga

Penyelidikan atas percobaan pembunuhan bahkan mulai dibuka usai lemparan bom molotov menyasar aparat pengaman di Paris. Di sisi lain, tindakan represif kepolisian juga menuai kritik tajam dari lembaga pemerhati hak asasi.

Otoritas keamanan Paris secara mendadak melarang penggunaan jalur unjuk rasa utama yang melintasi pusat kota. Jalur demonstrasi mengarah ke timur menjauhi area vital ditunjuk sebagai rute alternatif wajib.

Pemindahan rute ini dinilai para pemimpin serikat pekerja sebagai upaya pembatasan hak berpendapat di muka umum. Banding hukum langsung dilayangkan demi memulihkan jalur demonstrasi ke titik semula.

"Kami menyadari adanya efek kumulatif: Simpati masyarakat terhadap gerakan siswa SMA dan mahasiswa tidak surut, dan orang-orang mempertanyakan pembatasan kebebasan, terutama larangan demonstrasi," kata Fabrice Fort dari serikat buruh CGT.

"Hal ini memicu kesadaran di antara orang-orang yang biasanya tidak banyak bersuara," tambahnya.

Fenomena gejolak sosial akibat tekanan ekonomi ini rupanya tidak hanya terjadi di Prancis. Pergerakan pemuda dengan isu serupa terpantau mulai merembet ke beberapa negara tetangga seperti Denmark, Jerman, dan Italia.

Gerakan protes massal ini berakar dari aksi mogok para pelajar SMA yang mengeluhkan minimnya fasilitas sarana pembelajaran di sekolah. Demonstrasi tersebut cepat membesar begitu bercampur dengan frustrasi masyarakat luas akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan ketimpangan ekonomi yang meruncing.

Puncak ketegangan awal pecah pada 17 Oktober lalu, menghasilkan kerusuhan, penjarahan toko, dan perusakan fasilitas publik terparah di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas keamanan secara terbuka telah mengakui adanya kegagalan intelijen dan pengawalan yang memicu eskalasi kekerasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota

Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:30 WIB

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terkini

Siap-siap Prancis Lumpuh! Buruh Mogok Kerja, Mahasiswa Akan Pimpin Ratusan Ribu Pendemo

Siap-siap Prancis Lumpuh! Buruh Mogok Kerja, Mahasiswa Akan Pimpin Ratusan Ribu Pendemo

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:48 WIB

Persib Ukir Sejarah di Australia

Persib Ukir Sejarah di Australia

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 14:48 WIB

Perkuat Regulasi CSR, Kepentingan dan Kebutuhan Masyarakat Jadi Prioritas

Perkuat Regulasi CSR, Kepentingan dan Kebutuhan Masyarakat Jadi Prioritas

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:46 WIB

Disinggung Soal Penyadapan Prabowo, Bestari Barus Mengaku Tak Kenal Listyo Sigit

Disinggung Soal Penyadapan Prabowo, Bestari Barus Mengaku Tak Kenal Listyo Sigit

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:46 WIB

Perbedaan Wajah Low Visual dan High Visual, Ini Ciri dan Makeup yang Cocok

Perbedaan Wajah Low Visual dan High Visual, Ini Ciri dan Makeup yang Cocok

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:46 WIB

Mendagri: Interoperabilitas UU SDI Jawab Kebutuhan Pembangunan di Daerah

Mendagri: Interoperabilitas UU SDI Jawab Kebutuhan Pembangunan di Daerah

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:46 WIB

Bersaksi di Sidang Roy Suryo, Ini Poin-poin Penting Keterangan Jokowi Soal Ijazah

Bersaksi di Sidang Roy Suryo, Ini Poin-poin Penting Keterangan Jokowi Soal Ijazah

News | Kamis, 05 November 2026 | 14:45 WIB

Olahraga hingga Seni, Cara Berbeda Sekolah Membentuk Karakter dan Percaya Diri Siswa

Olahraga hingga Seni, Cara Berbeda Sekolah Membentuk Karakter dan Percaya Diri Siswa

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:44 WIB

Klinik Gigi dengan Konsep Supermarket, Pasien Bisa Belanja Snack hingga Bikin Mi Instan

Klinik Gigi dengan Konsep Supermarket, Pasien Bisa Belanja Snack hingga Bikin Mi Instan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 14:43 WIB

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Youth Economic Summit 2026 Segera Digelar, Ajak Anak Muda Tentukan Arah Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 14:41 WIB

×