NTB.Suara.com - Setelah dianiaya secara brutal oleh Mario Dandy, kondisi Cristalino David Ozora Latumahina alias David Latumahina makin membaik. Kabarnya, dia sudah mulai bergerak, dan ventilator (bantuan oksigen) sudah dicabut.
Hal itu diungkap KH Taufik Damas, Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta. Dia menjelaskan kondisi terkni David. Pihaknya ikut memantau kondisi David yang merupakan anak dari Jonathan Latumahina, pengurus GP Ansor.
"Saat ini, dia sudah bisa bergerak, sudah bisa merespon ucapan orang di depannya," kata Kyai Haji Taufik Damas dalam tayangan Youtube Tv One dua hari lalu, dikutip Suara Denpasar Senin (27/2/2023).
Diketahui, David sempat mengalami koma atau sekarat setelah dianiaya secara brutal oleh Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Ditjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo pada Senin (20/3/2023).
Dia pun dirawat di RS di bilangan Permata Hijau, Jakarta Barat. Kemudian dia dirujuk ke Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan. Untuk sementara remaja berusia 17 tahun itu masih di Ruang ICU karena kondisinya kritis.
"Jadi per hari ini ada perkembangan positif dari David. Mudah-mudahan bisa terus membaik, karena banyak orang mengkhawatirkan keadaan David sekarang," kata dia.
Taufik Damas menyatakan, ayah David, Jonathan Latumahina, yang merupakan pengurus GP Ansor adalah sahabatnya. Dia pun turut prihatin dengan tindakan keji tersebut.
"Ayah David adalah sahabat saya. Dan anak itu adalah sahabat anak saya di pesantren," terangnya.
Kabar terbaru terkait kondisi David Latumahina juga disampaikan Rustam Hatala, pamannya. Dia mengatakan, David sudah bisa merespons pendengaran, dan kesadarannya mulai pulih. Di antaranya mulai ada pergerakan tangan.
Dia mengatakan, David sudah tidak menggunakan ventilator. Sudah dicabut. Katanya, tim medis melakukan tindakan khusus untuk mempercepat suplai oksigen menuju otak David Latumahina.
"Orangtua David mulai tenang beberapa hari ini, sudah mulai bisa diajak bercanda," terangnya. (Suara.com)