NTB.Suara.com – Dampak gerhana matahari Hibrida 20 April 2023, salah satunya sebabkan kebutaan.
Diketahui, pada 20 April mendatang Indonesia akan dilewati fenomena gerhana matahari hibrida.
Kepala Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Indonesia
(BRIN), Emanuel Sungging menyebutkan bahwa gerhana matahari hibrida ini merupakan suatu momen yang langka.
Di sisi lain, peneliti pusat antariksa BRIN, Andi Pangerang mengatakan, gerhana matahari hibrida memberikan dampak bagi bumi.
Ketika gerhana matahari hibrida sedang terjadi, akan ada sejumlah daerah yang mengalami Gerhana Matahari Total.
Sedangkan di daerah lainnya akan mengalami Gerhana Matahari Cincin.
Hal itu disebabkan oleh permukaan bumi yang melengkung, sehingga terjadinya gerhana bergantung pada lokasi pengamat.
Gerhana matahari hibrida dapat menyebabkan perubahan kondisi langit, perubahan suhu, hingga perubahan perilaku hewan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah dampak yang timbul dari gerhana matahari hibrida 20 April mendatang.
1. Cuaca menjadi gelap
Hal pertama yang akan tampak jelas ketika terjadinya gerhana matahari hibrida adalah perubahan langit yang awalnya terang menjadi gelap.
Di waktu siang, bintang yang biasanya tidak terlihat karena kalah dengan dominasi intensitas sinar matahari akan tampak layaknya saat malam hari.
2. Penurunan suhu
Selain perubahan warna langit, perubahan lainnya adalah penurunan suhu hingga 4 derajat celcius.
Intensitas sinar matahari yang berkurang akan menyebabkan udara menjadi lebih dingin.
3. Perubahan perilaku hewan
Salah satu dampak gerhana matahari hibrida yang selanjutnya adalah perubahan perilaku hewan, khususnya hewan nokturnal.
Hewan nokturnal yang pada umumnya tidur di siang hari dan beraktivitas pada malam hari akan terbangun sesaat ketika gerhana matahari sedang berlangsung.
4. Pasang air laut
Gerhana matahari hibrida juga dapat menyebabkan kenaikan permukaan air laut.
Laut akan mengalami kondisi pasang saat terjadinya gerhana.
5. Dapat mengganggu kesehatan mata
Terakhir, dampak yang dapat dirasa ketika gerhana matahari hibrida sedang berlangsung adalah dapat merusak mata.
Hal ini juga dikatakan oleh Premana W. Premadi, pengajar di Astronomi ITB.
“Jangan sekali-kali melihat secara kasat mata ke arah Matahari ataupun fenomena yang menyertainya seperti Gerhana Matahari,” ungkap Premana, dikutip dari laman BRIN, Senin (17/4).
Bahkan, gerhana matahari hibrida yang dilihat secara langsung dapat menyebabkan kebutaan.
“Pengamatan tanpa filter matahari dapat membuat gangguan kesehatan mata secara serius, bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan,” pungkasnya. (Ainul Yaqin*)