Lombok Barat Punya Situs Sejarah Berusia 350 Tahun Bernama Karang Bayan

Suara NTB

Senin, 24 Juli 2023 | 21:23 WIB
Lombok Barat Punya Situs Sejarah Berusia 350 Tahun Bernama Karang Bayan
Masjid Kuno Karang Bayan (Sumber foto: Dispar Lobar)

NTB.Suara.com - Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Daerah ini memiliki berbagai objek wisata menarik, termasuk situs bersejarah berusia 350 tahun dengan nama Karang Bayan.

Karang Bayan kini menjadi salah satu dari 10 desa yang ada di wilayah administratif Kecamatan Lingsar. Desa tersebut juga masuk dalam daftar 60 desa wisata di Kabupaten Lombok Barat.

Desa tersebut memiliki masih kental dengan nilai sejarah dan budaya orang zaman dahulu. Hal itu dibuktikan dengan situs bersejarah berupa masjid berusia 350 tahun peninggalan dari Kedatuan Bayan.

Masjid tersebut konon ceritanya masih berkaitan dengan daerah Bayan di Kabupaten Lombok Utara. Menurut sejarahnya sebelum menjadi pemukiman, Desa Karang Bayan dulunya merupakan hutan.

Hingga suatu ketika, datang utusan dari Kedatuan Bayan (masa kepemimpinan, red) dan memilih dan membangun kawasan ini menjadi pemukiman. Jadi secara kultur dan sosial masyarakat Desa Karang Bayan mirip dengan Bayan yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Tempat ibadah berusia 350 tahun itu disebut Masjid Kuno Karang Bayan. Masjid yang berlantai tanah dan beratapkan rumput ilalang itu dulunya merupakan pusat kegiatan keagamaan. 

Masyarakat Desa Karang Bayan masih memanfaatkan masjid kuno tersebut hingga saat ini. Namun pemanfaatannya sudah berbeda dengan terdahulu.

Kini, situs warisan leluhur warga Kabupaten Lombok Barat itu lebih dimanfaatkan sebagai sarana dan tempat pembelajaran. Bahkan, menjadi destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan maupun peziarah dari berbagai daerah.

Selain bangunan tempat ibadah, Masjid Kuno Karang Bayan juga memiliki dapur atau pawon sebutan Suku Sasak Lombok. Kemudian, di sebelah timur terdapat rumah adat kuno juga. 

Pawon dan rumah adat tersebut dulunya merupakan tempat mempersiapan segala kebutuhan kegiatan atau ritual keagamaan masyarakat Desa Karang Bayan.

Ada lagi yang menarik, yakni kerajinan ketak. Warga Desa Karang Bayan juga pandai membuat kerajinan anyaman berbahan baku tanaman ketak. 

Ketak merupakan tanaman keluarga paku-pakuan yang biasanya menjalar pada tanaman induk. Mempunyai tekstur mirip dengan rotan namun lebih elastis sehingga lebih mudah untuk dibentuk saat diolah menjadi sebuah kria.

Menilik sejarahnya, kerajinan ini bermula karena tanaman ketak dianggap sebagai rumput liar yang merusak tanaman lainnya. Biasanya menjulur ke pohon yang lain. Selain itu dianggap juga tidak sehat.

Rumput ketak juga acap disebut tidak berharga. Tapi, tentu itu dulu. Kini justru rumput ini sangat berharga. Karena menjadi bahan utama kerajinan anyaman.  

Dari rumput ketak, terlahir aneka kerajinan bernilai tinggi seperti tas, berbagai peralatan rumah tangga seperti alas piring, alas gelas, maupun tempat aksesoris. Layaknya emas, kini rumput ketak banyak dicari sebagai bahan utama kerajinan anyaman.

Sekarang masih banyak pengrajin hingga artshop kerajinan ketak yang bisa dijumpai di Karang Bayan. 

Jadi jika hendak pulang setelah mengunjungi situs-situs bersejarah, kalian bisa membeli kerajinan ketak asli Desa Karang Bayan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. (Sumber Dispar Lombok Barat)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Fakta Mahasiswi KKN Unram Diusir Warga Usai Sebut Gadis Desa Tak Ada yang Cantik

5 Fakta Mahasiswi KKN Unram Diusir Warga Usai Sebut Gadis Desa Tak Ada yang Cantik

News | Senin, 24 Juli 2023 | 18:43 WIB

Diduga Menghina, Warga Kayangan Lombok Utara Geruduk Mahasiswi KKN Unram

Diduga Menghina, Warga Kayangan Lombok Utara Geruduk Mahasiswi KKN Unram

Ntb | Minggu, 23 Juli 2023 | 21:57 WIB

Seorang Pemancing Ditemukan Meninggal di Dasar Laut Lombok Barat

Seorang Pemancing Ditemukan Meninggal di Dasar Laut Lombok Barat

Ntb | Minggu, 23 Juli 2023 | 21:20 WIB

Terkini

Review Teach You a Lesson: Drama yang Menampar Realitas Dunia Pendidikan

Review Teach You a Lesson: Drama yang Menampar Realitas Dunia Pendidikan

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB

Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Bayi Keysha di RSUD KH Muhammad Thohir

Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Bayi Keysha di RSUD KH Muhammad Thohir

Lampung | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:59 WIB

Mas Dhito Bakal Rehab Puskesmas Tiron Pasca Kebakaran

Mas Dhito Bakal Rehab Puskesmas Tiron Pasca Kebakaran

Jakarta | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:59 WIB

Tak Disangka! Jejak AirTag Bawa Korban ke Rumah yang Penuh Helm Curian

Tak Disangka! Jejak AirTag Bawa Korban ke Rumah yang Penuh Helm Curian

Bali | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:58 WIB

Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah

Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor

Konsisten Lakukan Pengawasan Pekerjaan Stadion, Mas Dhito Tegaskan Komitmen Kontraktor

Jakarta | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:53 WIB

Menyusun Kembali Hidup yang Hilang dalam Novel Silence

Menyusun Kembali Hidup yang Hilang dalam Novel Silence

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:50 WIB

Gara-gara Jagung Bakar, Klinik Bidan di Bandar Lampung Nyaris Ludes Dilalap Api

Gara-gara Jagung Bakar, Klinik Bidan di Bandar Lampung Nyaris Ludes Dilalap Api

Lampung | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:46 WIB