Tak Sekadar Nama, Mobnas Harus Memberi Manfaat bagi Indonesia

Arsito Hidayatullah, Deni Yuliansari

Selasa, 10 Februari 2015 | 19:54 WIB
Tak Sekadar Nama, Mobnas Harus Memberi Manfaat bagi Indonesia
Ilustrasi: Mobil nasional. (Antara)

Suara.com - Pemerintah belum secara resmi mengatur soal mobil nasional (mobnas), mulai dari definisi, hingga teknis pembuatannya. Namun seperti diketahui, mobnas belakangan ini kembali banyak dibicarakan, terutama ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sebuah MoU kerja sama otomotif di Malaysia, beberapa hari lalu.

Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Noegardjito, esensi terpenting dari sebuah mobnas adalah mampu memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Kemudian nantinya, rincian benefit ini yang harus diperhitungkan," kata Noegardjito kepada Suara.com, Selasa (10/2/2015).

Noegardjito menyebut bahwa benefit (keuntungan) yang paling mendasar adalah bisa memanfaatkan kandungan lokal atau komponen lokal, yang dikembangkan dan diproduksi sendiri oleh Indonesia.

"(Tapi) Refleksi pelaksanaan dari benefit-nya itu seperti apa? Misalnya, (apakah) mobil tersebut memiliki kandungan lokal yang tinggi," lanjut Noegardjito.

Industri komponen, lanjutnya, memiliki penyerapan tenaga kerja terbesar di dunia otomotif. Maka secara tidak langsung, memaksimalkan penggunaan konten lokal dalam produksi mobil, diyakini juga akan memberikan lapangan kerja yang lebih besar kepada warga Indonesia.

"Jadi bisa direfleksikan dengan tumbuhnya industri komponen yang cukup pesat," katanya pula.

Sedangkan terkait penamaan mobnas yang berbau Indonesia, Noergadjito menyebut bahwa nama itu hanya akan menjadi sebuah nama saja.

"Percuma kalau namanya sangat Indonesia, tapi komponen dan konten kendaraannya impor. Kan yang untung tetap negara lain, bukan Indonesia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Versi Baru IIMS, GIIAS Ditargetkan jadi Ajang Terbesar di Asia

Versi Baru IIMS, GIIAS Ditargetkan jadi Ajang Terbesar di Asia

Otomotif | Selasa, 10 Februari 2015 | 19:01 WIB

Proyek Mobil Nasional Berpotensi Langgar UU Antimonopoli

Proyek Mobil Nasional Berpotensi Langgar UU Antimonopoli

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2015 | 09:15 WIB

Perusahaan Mobnas Disebut Fiktif, Ini Kata Menteri Perindustrian

Perusahaan Mobnas Disebut Fiktif, Ini Kata Menteri Perindustrian

Bisnis | Senin, 09 Februari 2015 | 17:32 WIB

Fadli Zon: Kalau Proton jadi Mobnas, Bagaimana Esemka?

Fadli Zon: Kalau Proton jadi Mobnas, Bagaimana Esemka?

News | Senin, 09 Februari 2015 | 15:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×