Suara.com - Komisi taksi resmi Jepang bersama Toyota, menandatangin perjanjian untuk mengembangkan taksi masa depan berikutnya. Berbagai jalan di Tokyo kini dipenuhi berbagai merek kendaraan.
Meskipun begitu, di negara Sakura itu, hanya ada dua platform taksi, yakni Toyota Crown Comfort dan Nissan Cedric. Sehingga taksi-taksi yang beroperasi tampak seragam dan merupakan produksi negaranya sendiri. Kedua model didasarkan pada mobil produksi dari tahun 1990-an tetapi dengan modifikasi kecil.
Model-model tersebut banyak yang masih dilengkapi dengan transmisi manual. Toyota berpikir saatnya untuk meng-upgrade, dan akan melihat pada tiga bidang utama, yakni peningkatan sistem keselamatan, kenyamanan pengguna dan memberikan pelayanan dalam berbagai bahasa.
Selain itu ada faktor lain yang jadi pertimbangan, yakni meningkatkan fokus pada katering untuk penumpang lanjut usia. Untuk daerah perkotaan besar seperti Tokyo, Toyota sedang mempelajari teknologi nirawak. Tapi bukan sebagai pengganti sopir, namun dengan alat bantu agar pengemudi tetap fokus pada kebutuhan khusus dari pelanggan.
Toyota berharap bahwa taksi baru akan mulai mengaspal jalan-jalan pada tahun 2017, dan bisa meluas operasinya di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Sayang, belum ada informasi teknologi seperti apa yang akan diterapkan taksi masa depan di negeri yang terkenal dengan teknologi canggih ini. (Leftlanenews)