Menperin: Australia Berpotensi Jadi Destinasi Ekspor Mobil

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 28 April 2017 | 00:53 WIB
Menperin: Australia Berpotensi Jadi Destinasi Ekspor Mobil
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Antara/Moch Asim).

Suara.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Australia berpeluang menjadi destinasi ekspor industri otomotif nasional dengan pasar kendaraan roda empat mencapai 1,2 juta unit per tahun.

"Di sana, beberapa produsen otomotif terpaksa tutup. Ini menjadi kesempatan yang bagus bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Australia," kata Airlangga pada pembukaan Indonesia International Motor Show 2017 di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ia mengatakan pemerintah meminta industri otomotif di Tanah Air semakin agresif memperluas pasar ekspor untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar domestik.

Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor mobil 2017 dapat tumbuh sekitar 10 persen sehingga diperlukan peningkatan penelitian dan pengembangan produk dalam menguatkan inovasi serta daya saing sekaligus memenuhi selera konsumen global.

Ia mengatakan saat ini produksi nasional kendaraan roda empat mencapai 1,1 juta unit per tahun dengan jumlah ekspor sebanyak 200 ribu unit per tahun.



Kemenperin menargetkan total produksi nasional kendaraan roda empat pada 2020 mencapai 2,5 juta unit. Menurut dia, industri otomotif juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak tiga juta orang.

Menurut Airlangga, kendaraan produksi dalam negeri masih didominasi varian "Multi Purpose Vehicle" (MPV), "Sport Utility Vehicle" (SUV) dan "Low Cost Green Car "(LCGC). Di sisi lain, konsumen Australia lebih meminati kendaraan berjenis sedan, kabin ganda, atau mobil berpenggerak 4x4.

Terkait penerapan standar emisi Euro4, Airlangga mengatakan pelaku industri sudah siap untuk menjalankan aturan dan Kementerian Perindustrian terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.

Ia menargetkan penerapan Euro4 bisa terlaksana pada 2019. Harapan tersebut bisa terpenuhi apabila pembangunan kilang minyak di Cilacap cepat selesai.

Di sisi lain, untuk mendukung konsep ramah lingkungan dan memperluas pasar ekspor, Kemenperin juga telah mendorong produsen agar memproduksi kendaraan beremisi rendah (low carbon emission vehicle/LCEV).

Kementerian Perindustrian mencatat subsektor industri alat angkutan, termasuk industri otomotif, memberikan sumbangan terhadap PDB 2016 sektor industri non migas yang mencapai 10,47 persen atau terbesar ketiga setelah sub sektor industri makanan dan minuman (32,84 persen) serta subsektor industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik (10,71 persen).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI