Fitur Kunci Cerdas Pada Mobil Ternyata Bisa Mematikan

Liberty Jemadu, Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 17 Mei 2018 | 04:50 WIB
Fitur Kunci Cerdas Pada Mobil Ternyata Bisa Mematikan
Salah kunci mobil dengan fitur keyless ignition system. [Shutterstock]

Suara.com - Fitur keyless ignition system atau yang sering dijuluki kunci cerdas merupakan teknologi populer yang kini banyak tersemat di kendaraan modern. Di Indonesia sendiri beberapa pabrikan roda dua maupun roda empat sudah banyak yang menggunakannya.

Namun sebagaimana dilansir dari New York Times akhir pekan lalu, fitur canggih ini dikabarkan justru memiliki potensi bahaya bahkan mematikan bagi manusia.

Salah satu kasus kematian terjadi di Florida, Amerika Serikat tahun lalu. Korbannya adalah mendiang Fred Schaub.

Pada satu hari di pertengahan 2017, Schaub memarkir Toyota RAV4 miliknya di dalam garasi yang terhubung dengan rumahnya. Ia lalu masuk ke dalam rumah sambil menenteng kunci mobil dan beristirahat. Yang tak disadarinya adalah mesin mobil itu rupanya masih hidup.

Sekitar 29 jam kemudian, Schaub ditemukan sudah tak bernyawa. Ia dipastikan meninggal karena menghirup terlalu banyak karbon monoksida yang dihasilkan Toyota RAV4 di garasinya.

Menurut penyelidikan polisi, level karbon monoksida di dalam rumah Schaub ketika ia ditemukan tewas, sekitar 30 kali lebih banyak dari yang bisa ditoleransi oleh tubuh.

Schaub adalah satu dari 28 orang yang tewas akibat karbon monoksida yang dihasilkan kendaraan dengan sistem keyless ignition. Sedangkan sebanyak 45 orang cedera dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan otak akibat masalah yang sama.

Sistem keyless ignition memang beda dari kunci mobil biasa - yang harus diputar dan dicabut agar mobil mati. Pada sistem ini, pengemudi hanya perlu menekan tombol untuk menyalakan dan mematikan mesin mobil. Tetapi bagi mereka yang biasa menggunakan mobil-mobil lama, fitur ini berpotensi membuat mereka lupa mematikan mesin mobil.

Saat ini otoritas keselamatan berlalu-lintas Amerika Serikat (NHTSA), sudah mengajukan aturan baru, yang di dalamnya mewajibkan mobil-mobil dengan sistem keyless ignition memasang sistem peringatan, untuk memberitahu pengemudi bahwa mesin mereka sebenarnya masih menyala.

Namun sayangnya, rancangan itu banyak ditentang pabrikan kendaraan, karena sistem itu hanya akan menambah biaya produksi dan dinilai tak perlu.

Beberapa pabrikan sudah menyematkan fitur tambahan berupa sistem peringatan jika mesin mobil belum dimatikan pada kunci fob. Beberapa mobil Ford misalnya akan secara otomatis mematikan mesin jika tak bergerak dalam waktu tertentu.

Tetapi fitur-fitur ini belum banyak diterapkan pada mobil-mobil baru di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perhatikan Pengamanan Kendaraan, Ini 6 Tips Menghindari Pencurian Sepeda Motor

Perhatikan Pengamanan Kendaraan, Ini 6 Tips Menghindari Pencurian Sepeda Motor

Otomotif | Selasa, 20 Desember 2022 | 12:49 WIB

Terkini

Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?

Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M

Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M

Entertainment | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang

Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang

Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang

Bekaci | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah

Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:00 WIB

5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online

5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online

Sulsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:58 WIB

Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor

Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:56 WIB

Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu

Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:38 WIB

×