Yuk, Teliti Odometer Mobkas Lebih Detail

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 23 Januari 2019 | 17:00 WIB
Yuk, Teliti Odometer Mobkas Lebih Detail
Setir BMW serta panel odometer dan speedometer. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Membeli mobil bekas alias mobkas memang gampang-gampang susah. Suka dengan modelnya, namun penunjukan odometer sudah "angka besar". Kebalikannya, tipe atau jenis bukan favorit, akan tetapi odometer masih "angka kecil". Sebagai catatan, odometer adalah peranti hitung pada dashboard kendaraan roda empat (R4) yang berfungsi menunjukkan jarak telah ditempuh dari awal hingga pemakaian terkini.

Peranti ini juga memiliki kegunaan sebagai referensi bila mesti mengantar si mobil ke bengkel untuk servis rutin. Yaitu setiap 5.000 km.

Dikutip dari kantor berita Antara, OtoSpector, tim yang memberikan layanan inspeksi terhadap kendaraan second-hand serta pencarian mobil berdasar keinginan konsumen, berbagi tips seputar odometer mobkas.

Disebutkan bahwa peranti odometer ini bisa diatur ulang dengan cara reset sehingga menunjukkan angka yang lebih rendah, dibandingkan jarak tempuh total yang seharusnya.

Calon pembeli mobkas mestinya lebih jeli saat melihat odometer menunjukkan angka rendah, namun kondisi fisik tak sesuai.

"Semisal ditemukan pembacaan kilometer masih di angka 40.000 akan tetapi kondisi fisik kendaraan sudah tidak layak atau tidak masuk dibandingkan dengan angka itu," papar Jeffrey Andika, CEO OtoSpector.

Lebih detail lagi, setelah menilik angka pada odometer dan memperhatikan penampilan fisik si mobil, inspeksi calon pembeli juga bisa diteruskan kepada kondisi mesin serta kaki-kaki kendaraan R4 idaman. Lalu diteruskan pula ke bagian interior.

"Semisal bagian setir. Bila sudah mencapai pemakaian tinggi, maka bagian ini akan ulai aus serta tidak nyaman saat digunakan. Sama halnya dengan pedal, juga mulai tidak enak dipakai," imbuh Jeffrey Andika.

Dan bila menilik mutakhirnya dunia otomotif terkini yang salah satunya diwakili dengan kehadiran odometer digital, jangan mudah terkecoh. Kejadian kecurangan berupa pengubahan angka besar menjadi kecil juga masih bisa terjadi.

baca juga

"Biasanya muncul pendapat, bahwa odometer digital susah untuk dimainkan. Namun sebenarnya tidak juga," ujar Jeffrey Andika.

Nah, ingin berburu mobkas? Jangan lupa untuk menilik odometer serta membandingkan dengan kondisi fisik maupun visual yang ada di depan mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Line-up 2019: Sensitif Harga, Mobkas Jepang atau Gres dari Cina ?

Line-up 2019: Sensitif Harga, Mobkas Jepang atau Gres dari Cina ?

Otomotif | Kamis, 20 Desember 2018 | 18:00 WIB

Line-up 2019: Konsumen Mobkas Mulai Beralih dari MPV

Line-up 2019: Konsumen Mobkas Mulai Beralih dari MPV

Otomotif | Rabu, 19 Desember 2018 | 15:00 WIB

Penjualan Mobkas mobil88 Naik Lima Persen

Penjualan Mobkas mobil88 Naik Lima Persen

Otomotif | Selasa, 18 Desember 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

×