Warga Jakarta Mau Bayar Pajak Kendaraan? Pakai Aplikasi Samsat Online

RR Ukirsari Manggalani | Stephanus Aranditio
Warga Jakarta Mau Bayar Pajak Kendaraan? Pakai Aplikasi Samsat Online
Warga antre untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Samsat, Polda Metro Jaya, Jakarta. Sebagai ilustrasi [Suara.com].

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan tandatangani MoU dengan Polri untuk aplikasi Samsat Online.

Suara.com - Di zaman digital seperti ini, kebutuhan administrasi kendaraan bermotor, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) bisa semakin efisien. Caranya, menggunakan aplikasi Samsat Online. Itu sebabnya, Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi Samsat Online. Salah satu tujuannya adalah mulai beralih menggunakan aplikasi Samsat Online saat membayar pajak kendaraan.

Pada Kamis (4/4/2019), Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait program Samsat Online Nasional di Gedung NTMC, Pancoran, Jakarta Selatan.

Anies Baswedan menyatakan bahwa aplikasi Samsat Online Nasional yang bisa diunduh di Google Play maupun App Store ini akan menjadikan masyarakat bisa menikmati semua layanan yang melewati pintu Samsat menjadi layanan yang berjalan efektif lagi efisien.

Gubernur Anies Baswedan menandatangani MoU Samsat Online [Suara.com/Stephanus Aranditio].
Gubernur Anies Baswedan menandatangani MoU Samsat Online [Suara.com/Stephanus Aranditio].

"Kami berharap dengan adanya pengintegrasian ini, dari sisi masyarakat ada kemudahan untuk mengurus apapun. Di sisi lain, dari sisi pertanggungjawaban publik, kami juga memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jauh lebih baik. Segalanya bisa diukur dengan ukuran-ukuran yang objektif. Dengan demikian, maka mutu pelayanan akan terus-menerus bisa kami tingkatkan," kata Anies Baswedan di Gedung NTMC, Jalan Letjen MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/4/2019).

Program Samsat Online Nasional, kata Anies Baswedan, akan meningkatkan pendapatan asli daerah yang bermanfaat bagi pembangunan di penjuru wilayah Indonesia.

"Hari ini, di Jakarta rata-rata 14 ribu warga mengerjakan secara manual. Ini harus pindah, sekarang menggunakan online. Fasilitasnya ada. Tidak memiliki implikasi biaya. Nyaman, mudah, dan tuntas," jelasnya.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh perwakilan Kemendagri, Polri, Jasa Raharja dan berbagai institusi bank. Gubernur Provinsi DKI Jakarta ini juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi inovasi berbasis teknologi digital yang memudahkan masyarakat mengurus administrasi Samsat itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS