Dua Tunggangan Listrik Dikomparasi: Bus Jauh Lebih Lebih Hemat

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 11 Juni 2019 | 12:00 WIB
Dua Tunggangan Listrik Dikomparasi: Bus Jauh Lebih Lebih Hemat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan) menjajal bus listrik di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Kondisi udara dipenuhi polutan atau material polusi terjadi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Contohnya seperti di ibu kota Jakarta. Disebutkan bahwa polusi udara di Jakarta sudah mencapai level berbahaya, mengandung senyawa Particulate Matte (PM) 2,5 yang dihasilkan dari bahan-bahan polutan berupa sisa pembakaran mobil, truk, bus, serta kendaraan bermotor lain, termasuk hasil pembakaran kayu, minyak, batu bara, sampai kebakaran hutan, padang rumput, serta cerobong asap usaha-usaha industri atau pabrik.

Menurut EPA (Environmental Protection Agency), setiap galon minyak diesel yang terbakar mengeluarkan 10.180 gram (lebih dari 10 kilo) karbon dioksida atau CO2. Jadi menggunakan satu bus sama dengan penghematan lebih dari 42 juta ton CO2.

Solusi yang disodorkan untuk mengeliminasi zat-zat pencemar udara ini adalah ragam tunggangan bertenaga listrik atau non-emisi alias zero emission. Artinya, tidak ada lagi cerita penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan sebagai gantinya dipilih sumber daya listrik sebagai energy terbarukan atau renewable.

Berdasarkan studi Bloomberg New Energy Finance (BNEF), disebutkan bahwa bus listrik mampu menghemat 270.000 barel minyak untuk mesin diesel setiap hari, kurun 2019, di China. Sehingga tak heran, bahwa Negara Tirai Bambu mengandalkan bus bertenaga listrik ini sebagai sarana transportasi massal. Dan bila dibuat perbandingan, hampir 400 ribu unit bus listrik yang beroperasi di dunia, 99 persen di antaranya berada di China.

Sementara untuk pasar mobil listrik, China juga memimpin lewat penjualan 1,2 juta unit mobil listrik bertenaga baterai serta hibrida. Coba tengok perbandingannya dengan Amerika Serikat yang "hanya" mampu menjual sekitar 361 ribu unit mobil listrik per tahun.

Dikutip dari media SingularityHub, tujuan pemerintah China dalam mengoperasikan bus listrik, tak lain adalah langkah menurunkan polusi udara, termasuk bertanggung jawab atas kematian prematur sebesar 1,6 juta jiwa per tahun akibat kualitas udara buruk. Mobil listrik juga sebuah jawaban, akan tetapi, nilai efisiensi berada di tangan bus listrik. Mulai reduksi penggunaan BBM dalam jumlah besar, sampai daya tampung lebih besar bagi para penumpang atau pengguna.

Salah satu kota di sana yang menyandang reputasi sebagai garda depan produsen sekaligus pengguna mobil listrik adalah Shenzhen, megacity berpenduduk 12 juta jiwa. Kota ini dilengkapi armada sebesar 16 ribu unit bus listrik, dengan salah satu produsen kondang Build Your Dream (BYD). Bus beroperasi pada siang hari, dan mengisi daya pada malam hari.

Bila ada yang mesti dikaji lebih jauh, adalah ketersediaan stasiun pengisian ulang atau recharging baterai sebagai sumber daya si bus listrik. Selain itu, proses daur ulang atau recycle bagi baterai listrik dengan masa pakai telah berakhir.

Dan terlepas dari manfaat kesehatan dan emisi yang lebih rendah, berbagai negara berusaha menghadirkan kendaraan listrik, mengingat masa depan energi tampaknya akan semakin berbasis energi terbarukan. Sekali lagi, China menjadi contoh yang baik, karena banyak berinvestasi dalam soal kendaraan bertenaga listrik.

Dari Tanah Air kita,  TransJakarta (TJ) telah melakukan uji coba penggunaan bus bertenaga listrik. Yaitu bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan BYD Auto Co Ltd dari PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Ditinjau dari spesifikasi, bus listrik MAB adalah buatan karoseri New Armada di Magelang, Jawa Tengah, dengan baterai memiliki daya tahan hingga 300 km, interval pengisian daya selama tiga jam saja. Sementara bus listrik BYD adalah buatan BYD Auto Co Ltd, dan digandeng BNBR, dengan baterai Lithium Fenno Phosphabe (LiFePo) yang memiliki daya 259 kwh, bertenaga maksimum 268 daya kuda, dan interval pengisian daya juga tiga jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MAB Mampu Produksi 100 Bus Listrik per Bulan

MAB Mampu Produksi 100 Bus Listrik per Bulan

Otomotif | Jum'at, 22 Maret 2019 | 08:13 WIB

Ini Dia Charging Station untuk Bus Listrik Transjakarta, Akan Diperbanyak

Ini Dia Charging Station untuk Bus Listrik Transjakarta, Akan Diperbanyak

News | Kamis, 21 Maret 2019 | 14:25 WIB

Bus Listrik TransJakarta Diuji Coba Selama 6 Bulan

Bus Listrik TransJakarta Diuji Coba Selama 6 Bulan

News | Kamis, 21 Maret 2019 | 13:07 WIB

Terkini

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:10 WIB

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:01 WIB

Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?

Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:54 WIB

Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?

Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:05 WIB

Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026

Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang

Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:43 WIB

CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif

CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:44 WIB

Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat

Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:28 WIB

Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125

Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:42 WIB