Bila Stabilitas Politik Terjaga, Pasar Mobkas Ikut Sukses

RR Ukirsari Manggalani
Bila Stabilitas Politik Terjaga, Pasar Mobkas Ikut Sukses
Jajaran mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta (14/5/2019). [ANTARA].

Ramainya pasar mobkas atau mobil bekas tak lepas dari kondisi stabilitas politik suatu negara.

Suara.com - Pasar otomotif termasuk penjualan kendaraan second hand, alias mobil bekas atau mobkas tak bisa dilepaskan dari kondisi stabilitas politik. Kondisi atau situasi aman membuat para konsumen nyaman untuk melakukan pembelian, sebagai salah satu bentuk investasi. Sederhananya, bila kondisi tak bisa dijamin, menambah daftar harta milik pribadi malah membuat was-was.

Deretan mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas Blok M Square, Jakarta, Sabtu (18/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Deretan mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas Blok M Square, Jakarta, Sabtu (18/5/2019). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Hal ini dilihat contohnya pada blog Politics of the 1920s, yang menyebutkan bahwa, "Tidak ada psikologi konsumsi yang lebih jelas daripada industri mobil. Produksi mobil tahunan naik dari 2 juta selama 1920-an menjadi 5,5 juta di 1929. Pada akhir 1920-an, perbandingannya, satu mobil untuk setiap lima orang Amerika."

Kondisi senada dihadapi para penjual mobkas di Tanah Air sehubungan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) yang mendatangkan perselisihan.

Dikutip dari kantor berita Antara, beberapa pedagang di sentra penjualan mobil bekas World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Jakarta Utara berharap bahwa sidang perselisihan hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung damai dan stabilitas keamanan terjaga. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap penjualan mobkas.

"Kondisi aman dan damai akan berdampak positif terhadap penjualan mobil bekas di WTC," papar Ivan Jaya, salah seorang pedagang mobkas, di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Lebih detail disebutkannya bahwa kegaduhan dan kericuhan saat menjelang dan sesudah Pemilu 2019 telah berdampak kurang baik pada penjualan mobil second hand di tempatnya.

Bahkan kericuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di depan gedung Bawaslu dari sekitarnya membuat Ivan Jaya tak berdaya. Padahal biasanya, terjadi peningkatan penjualan mobkas menjelang Lebaran.

"Sebulan sebelum Ramadan, pedagang biasanya meningkatkan stok dagangannya agar lonjakan permintaan pasar saat menjelang Lebaran bisa terpenuhi," kata Ivan Jaya tanpa menyebut detail peningkatan dalam jumlah unit.

Namun, lanjutnya, jumlah peningkatan penjualan tahun ini belum sesuai harapan sehingga stok yang dia miliki masih banyak setelah Lebaran 2019 atau Idul Fitri 1440 Hijriah.

Senada Ivan Jaya, seorang pedagang lainnya, Kiki berharap gejolak politik setelah Pemilu 2019 bisa berangsur reda dan berakhir.

"Saya berharap sebulan ke depan, penjualan mobil bekas kembali normal," imbuh Kiki.

Sedangkan pendapat Dian Marlina, juga seorang penjual mobkas di WTC, tak jauh berbeda. Ia meletakkan harapan pada aparat dan masyarakat bisa terus menjaga stabilitas keamanan di Indonesia, khususnya Jakarta.

"Dengan begitu, iklim usaha dapat terus terjaga positif, termasuk pada penjualan mobil bekas," tutup Dian Marlina.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS