Upaya Kurangi Polusi, Begini Usulan Wapres NKRI Jusuf Kalla

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 31 Juli 2019 | 07:00 WIB
Upaya Kurangi Polusi, Begini Usulan Wapres NKRI Jusuf Kalla
Kualitas Udara Jakarta [ANTARA].

Suara.com - Kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kategori tidak sehat berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di aplikasi AirVisual. Pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB (30/7/2019), AirVisual mencatat udara Jakarta setara angka 189 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 128,4 ug/m3. Bahkan, di wilayah Pejaten Barat, Jakarta Selatan, kualitasnya lebih buruk lagi mencapai 197 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 144,7 ug/m3.

Jusuf Kalla menjajal Honda ADV150 usai membuka GIIAS 2019 [Suara.com/Arief P. Hermawan].
Jusuf Kalla menjajal Honda ADV150 usai membuka GIIAS 2019 [Suara.com/Arief P. Hermawan].

Kualitas udara kotor juga terpantau di Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dengan angka 180 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 144,7 ug/m3, yang juga masuk kategori tidak sehat.

Dikutip dari kantor berita Antara, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa upaya mengurangi polusi udara di DKI Jakarta perlu peran serta warga secara aktif. Yaitu kesadaran untuk beralih menggunakan kendaraan umum, karena penyumbang terbesar pencemaran tersebut adalah emisi kendaraan bermotor.

"Ya itu tantangan untuk gubernur dan kita semua. Diperlukan gerakan bersama secara nasional untuk ini. Mau siapa pun gubernurnya, ini soal perilaku. Sudah ada aturan tentang ganjil-genap, MRT, light train, itu bertujuan untuk mengurangi kendaraan," demikian papar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta.

Sosok yang dua pekan lalu (18/7/2019) meresmikan pembukaan pentas otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 di ICE, BSD City, Tangerang, Provinsi Banten ini menegaskan, tanpa perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi polusi, kualitas udara bakal buruk. Dengan penggunaan kendaraan pribadi, polusi udara di Jakarta akan semakin parah, meskipun banyak regulasi dan ketersediaan angkutan umum diterapkan.

Selain itu, solusi lain untuk mengurangi emisi kendaraan yang menyebabkan polusi udara adalah penggunaan bahan bakar tipe Euro4 atau dengan oktan tinggi sehingga gas buang dari kendaraan tidak menjadi polutan.

"Solusinya kemudian mengurangi mobil, atau si mobil itu nanti harus memiliki kadar emisi kecil, katakanlah harus Euro4 contohnya. Kemudian bahan bakar yang dipakai harus baik, bukan pakai timbal, bukan premium. Kemudian juga publik harus menyadari, tidak boleh mengendarai mobil sambil merokok," tandas Jusuf Kalla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Defisit BPJS Berkepanjangan, JK: Sistem Kesehatan Bisa Runtuh

Defisit BPJS Berkepanjangan, JK: Sistem Kesehatan Bisa Runtuh

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 17:47 WIB

Daihatsu Hy-Fun Bakal Jadi Versi Produksi yang Sasar Anak Muda?

Daihatsu Hy-Fun Bakal Jadi Versi Produksi yang Sasar Anak Muda?

Otomotif | Selasa, 30 Juli 2019 | 17:30 WIB

Atasi Polusi, BPPT: Puncak Gedung di Jakarta Harus Ditanami Tumbuhan

Atasi Polusi, BPPT: Puncak Gedung di Jakarta Harus Ditanami Tumbuhan

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 16:09 WIB

Terkini

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Video | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Hutan Mangrove Malang Selatan Dibidik Masuk Bursa Karbon: Warga Lokal Bakal Cuan?

Hutan Mangrove Malang Selatan Dibidik Masuk Bursa Karbon: Warga Lokal Bakal Cuan?

Malang | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Update! Ini Daftar Harga Motor Trail Bekas Yamaha WR155, Kawasaki KLX150, dan Honda CRF150L

Update! Ini Daftar Harga Motor Trail Bekas Yamaha WR155, Kawasaki KLX150, dan Honda CRF150L

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:55 WIB

×