Anak di Bawah Umur Nyetir, Begini Tinjauan Psikologi dan Antisipasinya

Rabu, 07 Agustus 2019 | 09:07 WIB
Anak di Bawah Umur Nyetir, Begini Tinjauan Psikologi dan Antisipasinya
Seorang remaja di bawah umur dengan inisial D kedapatan menyetir truk tanpa SIM [Suara.com/Rambiga].

Suara.com - Seorang remaja lelaki berusia 15 tahun dengan nama dirahasiakan dihentikan Polisi karena kedapatan menyetir sebuah truk Mitsubishi Fuso di Jalan Raya Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut pengakuan yang bersangkutan, ia nekat melakukan hal ini atas dorongan ekonomi dan hidup seorang diri. Demikian dilaporkan oleh kontributor Suara.com untuk wilayah Jawa Barat.

Ditinjau dari segi keamanan, jelas hal yang dilakukan si remaja driver itu sangat membahayakan. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Postur berpotensi belum mencapai ukuran dewasa sehingga ia mengalami kesulitan mengoperasikan truk yang berdimensi lebih tinggi dari passenger car. Sementara pemahaman dan etika rambu-rambu lalu lintas bisa jadi juga belum dipahami benar.

Supir truk berinisial D disebutkan tak memiliki sanak keluarga alias sebatang kara [Suara.com/Rambiga].
Supir truk berinisial D disebutkan tak memiliki sanak keluarga alias sebatang kara [Suara.com/Rambiga].

Berikut adalah wacana soal mengemudi di bawah umur atau underage driving serta keselamatan jalan raya atau road safety yang dibagikan oleh salah satu situs cara dan etika berkendara aman di Afrika Selatan, Arrive Alive.

Fakta tentang para pengemudi di bawah umur:

- Remaja berusia antara 16-19 tahun berpotensi empat kali lebih besar mengalami kecelakaan lalu lintas atau laka lantas dibandingkan yang berusia lebih dewasa atau tua.

- Para remaja cenderung ugal-ugalan, terutama soal ngebut, menerobos lampu merah, berbelok tidak pada tempatnya, sampai mabuk, dan terlibat narkoba.

- Akibat kurang berpengalaman di jalan raya itulah membuat mereka kerap meremehkan kondisi lalu lintas.

- Bila di mobil terdapat penumpang remaja atau seusia, risiko kecelakaan makin tinggi, karena satu dan lainnya bisa saling mempengaruhi secara emosional.

- Kecelakaan yang menimpa remaja pengemudi di bawah umur kerap terhadi antara Jumat dan Sabtu malam, antara pukul 21.00 - 06.00.

Baca Juga: Dampak Listrik Padam, Pabrikan Otomotif Merugi

Mengapa pengemudi di bawah umur sangat berpotensi akan risiko laka lantas  ini?

- Kegiatan melanggar hukum termasuk rambu lalu lintas dan etika berkendara disebabkan karena munculnya perasaan tidak mau kalah atau tertekan rekan sebaya, atau sederhananya gejolak darah muda.

- Memiliki perasaan jemawa sekaligus berani, "Ah, nanti juga diloloskan dari kondisi apapun."

- Sebuah penelitian juga menyebutkan, bahwa kelompok umur inilah yang paling lalai mengenakan sabuk pengaman.

- Sekitar 30 persen kecelakaan disebabkan karena peran alkohol ditambah beberapa faktor pendukungnya, seperti keinginan ngebut.

Catatan buat orangtua:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI