Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menandatangani Perpres sebagai landasan hukum kendaraan listrik di Indonesia. Pandangan dari Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) adalah harga mobil listrik dalan waktu dekat masih akan mahal.
"Dalan jangka panjang bisa jadi. Tapi jangka pendek rasanya harga mobil listrik masih tetap mahal," ujar Amelia Tjandra saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/8/2019).
![Tampilan Hy-Fun merefleksikan berbagai desain tunggangan priduksi massal Daihatsu [Suara.com/Tivan Rahmat].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/18/77458-hy-fun-3.jpg)
Lebih lanjut, kata perempuan yang akrab disapa sebagai Ibu Amel ini, Presiden juga sudah menyampaikan bila butuh waktu untuk membangun industrinya. Terutama pabrik dan baterai. Selain itu, harga mobil listrik saat ini memang lebih mahal 40 persen.
"Jadi inginnya dibuat sama dengan harga kendaraan combustion engine. Tergantung skala produksi," ucap Amelia Tjandra.
Sebagai catatan, Presiden Jokowi telah menyatakan harapan bahwa Perpres Mobil Listrik bisa membuat harga mobil listrik di Indonesia lebih kompetitif. Sehingga muaranya adalah mendorong percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik.
"Jadi, membangun sebuah industri seperti ini tidak mungkin memakan waktu satu, dua, atau tiga tahun. Pasti akan melihat pasar. Membuatnya bisa, yang beli ada? Karena mobil listrik sekarang hampir 40 persen harganya lebih mahal dari mobil biasa," ujar Presiden Joko Widodo usai meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN, di Jakarta, hari ini (8/8/2019).