Asal Ngerem Ternyata Berbahaya, Begini Teknik Pengereman yang Benar

Angga Roni Priambodo

Sabtu, 21 September 2019 | 17:12 WIB
Asal Ngerem Ternyata Berbahaya, Begini Teknik Pengereman yang Benar
Sistem pengereman ABS.[Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Menggunakan sepeda motor tidak sekadar membejek gas dan melakukan pengereman saja. Selain harus melakukan perawatan rutin untuk menjaga motor tetap prima, pengendara juga harus paham cara berkendara yang baik dan benar.

Semakin baik dalam berkendara, maka otomatis juga turut menggalakkan safety riding, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terus gimana sih, caranya supaya bisa berkendara dengan baik dan benar? Secara umum, pengendara tentu harus paham tentang rambu-rambu, etika berkendara dan jangan lupa untuk memahami karakter motor yang dikendarai.

Pahami juga bagaimana cara kerja motor terutama ketika membuka gas dan melakukan pengereman saat sedang dikendarai.

Teknik Pengereman pada Sepeda Motor/pixabay.com
Teknik Pengereman pada Sepeda Motor/pixabay.com

Dilansir dari  Astra Honda Motor, ada cara untuk melakukan pengereman yang baik, sehingga bisa menciptakan keamanan, baik untuk diri sendiri maupun untuk pengendara lain.

Perlu diketahui, tujuan pengereman itu bukan untuk menghentikan motor lho. Tujuannya adalah untuk memperlambat laju kendaraan secara bertahap atau disebut juga deselerasi.

Melakukan pengereman tidak boleh serampangan, ada tekniknya. Kalau asal ngerem ternyata bisa berbahaya untuk si pengendara sendiri.

Cara yang efektif dan optimal adalah menggunakan rem depan dan rem belakang secara bersamaan, bukan menarik atau menginjak tuas rem dalam-dalam.

Selama ini diketahui bahwa rem belakang paling efektif digunakan untuk memperlambat laju kendaraan. Padahal yang paling efektif adalah dengan menggunakan rem depan. Rem belakang lebih difungsikan untuk menyeimbangkan kendaraan.

Selain itu, rem belakang juga lebih efektif digunakan di jenis jalanan tertentu, misalnya ketika sedang melalui jalan yang menurun.

Melakukan pengereman dengan rem belakang ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi juga berbahaya, karena bisa membuat motor tidak stabil dan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan kecelakaan.

Jangan Sampai Terpeleset sob/pixabay.com
Jangan Sampai Terpeleset sob/pixabay.com

Kombinasi keduanya juga harus diperhatikan supaya pemotor bisa lebih efektif melakukan pengereman dan bisa mengukur jarak pengereman yang tepat.

Jadi, jangan sembarangan ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Moge, Ustaz Abdul Somad Disuruh Ceramahi Rekannya yang Tak Pakai Helm

Naik Moge, Ustaz Abdul Somad Disuruh Ceramahi Rekannya yang Tak Pakai Helm

Otomotif | Sabtu, 21 September 2019 | 15:37 WIB

Naik Kawasaki Ninja dan Dikelilingi Cewek, Young Lex Sindir Fenomena Ini

Naik Kawasaki Ninja dan Dikelilingi Cewek, Young Lex Sindir Fenomena Ini

Otomotif | Sabtu, 21 September 2019 | 14:19 WIB

Begini, 2 Cara Menghapus Riwayat Pencarian Siri

Begini, 2 Cara Menghapus Riwayat Pencarian Siri

Tekno | Sabtu, 21 September 2019 | 10:46 WIB

Terkini

Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci

Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:37 WIB

Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL

Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:29 WIB

Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya

Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:51 WIB

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:49 WIB

5 Mobil Warna Oranye Paling Kece, Cocok untuk Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026

5 Mobil Warna Oranye Paling Kece, Cocok untuk Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:30 WIB

QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China

QJMOTOR Ajak Konsumen Indonesia Intip Teknologi Global Langsung di Pabrik China

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:39 WIB

4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar

4 Mobil Harga ala Motor Aerox, Mesin Badak Cocok untuk Kendaraan Pertama: Simak Saran Pakar

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:07 WIB

Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026

Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:50 WIB

Terpopuler: Risiko Memaksa Motor Matic Konsumsi Pertalite, 5 Motor Tangguh yang Irit untuk Harian

Terpopuler: Risiko Memaksa Motor Matic Konsumsi Pertalite, 5 Motor Tangguh yang Irit untuk Harian

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:45 WIB

Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier

Spesifikasi, Harga, dan Pilihan Warna Suzuki S-Presso Girl Edition: Mobil Kompak untuk Wanita Karier

Otomotif | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:35 WIB