Menuju Era KBL, Inilah Penawaran Solusi Robotik

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 24 September 2019 | 16:04 WIB
Menuju Era KBL, Inilah Penawaran Solusi Robotik
Robot-robot yang digunakan sebuah pabrik mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - ABB (Allmänna Svenska Elektriska Aktiebolaget atau General Swedish Electrical Limited Company/ASEA Brown Boveri) sebuah perusahaan robotik milik Swedia dan Swiss menawarkan solusi robotik bagi pembuatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) serta mobil tenaga hybrid.

Dikutip dari pertemuan "Dassault Systemes: Manufacturing in the Age of Experience" pada pekan lalu (17-18/9/2019) di Shanghai, China, Michael Larsson, Group Vice President Head of Robot System dari perusahaan ABB menyatakan bahwa diprediksi pada 2030 sebesar lebih dari 50 persen mobil baru bakal dijual di Asia. Dan lebih dari 200 model kendaraan listrik dan hybrid akan booming dalam tiga tahun ke depan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Sebagai ilustrasi pe,buatan mobil listrik dengan teknologi robotil [Suara.com/Arya Manggala]

Tambahan lagi, tunggangan swakemudi mulai lebih aktif diuji coba, ride sharing atau transportasi dalam jaringan atau online juga mengalami kemajuan yang mencapai titik impas bisnis dalam lima tahun terakhir.

Michael Larsson memaparkan bahwa revolusi industri otomotif adalah gambaran besar dari lanskap industri yang berkelanjutan, di mana pabrikan mobil tidak bisa bekerja sendiri seperti di masa lalu. Namun perlu menggandeng beberapa pendukung.

Sebagai contohnya pembuatan KBL. Selain membuat bodi sendiri, pihak pabrik perlu bekerja sama atau berkolaborasi dengan industri baterai, drivetrain listrik, dan produsen komponen pendukung lainnya.

Lantas dari sisi perakitan, para produsen juga harus mengubah strukur rangka kendaraan. Seperti menghilangkan tangki bahan bakar, kemudian menyiapkan ruang untuk baterai. Karena itu, perubahan industri otomotif terdampak langsung pada pabrikan yang mau tidak mau mesti mengubah alat-alat produksinya untuk mengikuti tren pasar.

Dari sinilah ABB memutuskan untuk membuka pabrik baru di China atas dasar potensi pasar yang besar. Negeri Tirai Bambu ini adalah pasar mobil terbesar di dunia. Prestasinya menjual lebih dari 28 juta mobil pada 2018, bila mengacu data China Association of Automobile Manufacturers.

Ia berharap, kehadiran pabrik robot itu dapat membantu pabrikan otomotif dan manufaktur lainnya, agar lebih fleksibel dalam menangkap perubahan di masa depan. Artinya, sistem kerja robot bisa disesuaikan dengan kebutuhan pabrik, tanpa perlu menambah fasilitas produksi yang memakan biaya.

Dan dengan penggunaan robot, maka dapat menciptakan kinerja dan produksi yang konsisten, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih cepat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Larangan Ekspor Nikel, China dan Korsel Berniat Bangun Pabrik di RI

Imbas Larangan Ekspor Nikel, China dan Korsel Berniat Bangun Pabrik di RI

Bisnis | Senin, 23 September 2019 | 08:35 WIB

Setelah VW -  Ford, Kini Toyota -  Suzuki Kolaborasi Mobil Swakemudi

Setelah VW - Ford, Kini Toyota - Suzuki Kolaborasi Mobil Swakemudi

Otomotif | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 16:00 WIB

Argo AI Lakukan Uji Coba Pengembangan Tunggangan Swakemudi

Argo AI Lakukan Uji Coba Pengembangan Tunggangan Swakemudi

Otomotif | Kamis, 13 Juni 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×