Dampak Brexit, JLR Stop Produksi Selama Satu Minggu

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Dampak Brexit, JLR Stop Produksi Selama Satu Minggu
Jaguar Land Rover, logo [Shutterstock].

Meski terdampak Brexit dan menutup lini produksi, JLR berikan jaminan begini kepada karyawan.

Suara.com - Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan akan menghentikan sementara semua aktivitas produksinya di seluruh pabriknya yang berlokasi di Britania Raya selama satu minggu pada November 2019.

Penutupan produksi sendiri rencananya akan berlangsung pada awal bulan, tepatnya 4 November mendatang.

Land Rover Defender, sebagai ilustrasi salah satu produk Jaguar Land rover [Shutterstock].
Land Rover Defender, sebagai ilustrasi salah satu produk Jaguar Land rover [Shutterstock].

JLR mengatakan keputusan ini diambil akibat dampak global yang disebabkan oleh Brexit, atau Britain Exit, sebuah keputusan Britania Raya untuk tidak lagi bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.

"Jaguar Land Rover telah mengkonfirmasi akan menangguhkan produksi di semua pabrik Britania Raya selama satu minggu mulai 4 November 2019," demikian tulis JLR, seperti disitat dari ITV, Sabtu (28/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, keputusan ini mencerminkan kebutuhan untuk menyesuaikan jumlah produksi dalam menghadapi ketidakpastian yang sedang berlangsung.

"Arah angin bagi penjualan eksternal Britania Raya atau secara global, turut dipengaruhi peristiwa Brexit, dan telah memberikan dampak terhadap volume penjualan kami," sambung JLR.

Kendati demikian, perusahaan mengklaim bila pembayaran karyawan tidak akan mengalami masalah. Selama produksi berhenti sementara, para pekerja masih akan tetap mendapatkan haknya.

"Semua anggota staf masih akan dibayar selama periode ini," tegas JLR.

Dalam sebuah pernyataan, berbagai kelompok termasuk Asosiasi Produsen Otomotif Eropa, Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa dan 17 kelompok nasional memperingatkan dampak dari Brexit bisa membuat mereka merugi hingga miliaran Euro akibat penghentian produksi.

Mereka juga mengatakan penghentian produksi bisa menelan biaya 50 ribu Poundsterling atau miliaran rupiah per menit di Inggris saja.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS