Anti Mainstream, Ini Cara Royal Enfield Agar Bisa Eksis di Indonesia

Angga Roni Priambodo, Praba Mustika

Senin, 07 Oktober 2019 | 15:01 WIB
Anti Mainstream, Ini Cara Royal Enfield Agar Bisa Eksis di Indonesia
Booth Royal Enfield di Kustomfest 2019. (Mobimoto.com/Praba Mustika)

Suara.com - Sebagian orang di Indonesia mungkin masih asing dengan merek motor asal India, Royal Enfield. Padahal, Royal Enfield sudah memproduksi motor sejak 1901 di Inggris. Meski begitu, Royal Enfield mengaku punya cara sendiri untuk bisa eksis di Indonesia.

Setidaknya, cara yang dilakukan Royal Enfield sedikit berbeda dari produsen motor lainnya. Karena menurut Bussines Head APAC Royal Enfield, Vimal Sumbly ada pendekatan lain yang dilakukan Royal Enfield.

Jika produsen atau merek motor lain banyak yang menggunakan pesohor untuk membangun citra, Royal Enfield ingin membangun lewat komunitas dan juga konsumen.

Vimal Sumbly mengatakan "Kami ingin jadi sebuah merek yang otentik. Jadi kami tidak membayar (orang terkenal) untuk melakukan promosi,"

"Tapi siapapun, orang terkenal atau orang biasa yang ingin melakukan perjalanan keliling dunia, ke manapun, kami akan (berusaha) untuk mendukung. Karena kami ingin punya catatan yang otentik, kami tidak ingin dikenal karena kami banyak mengiklan di berbagai tempat, hingga membayar orang (pesohor) atau semacamnya. Kami ingin siapapun yang mengendarai Royal Enfield punya cerita sendiri, karena mereka berkendara dengan menggunakan hati," tambahnya.

Deretan Motor Royal Enfield Sebelum Melakukan Rolling Thunder di Yogyakarta. (Mobimoto.com/Praba Mustika)
Deretan Motor Royal Enfield Sebelum Melakukan Rolling Thunder di Yogyakarta. (Mobimoto.com/Praba Mustika)

Royal Enfield tak hanya ingin dikenal sebagai produsen motor, tapi juga ingin memberikan pengalaman kepada para konsumennya.

"Itu yang membedakan kami (Royal Enfield) dengan merek lain. Kami ingin jadi bagian dari kesuksesan, kami ingin jadi bagian dari perjalanan para pelanggan. Jadi strategi kami adalah untuk mendukung dan membangun komunitas,"

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia punya budaya yang kuat, yang punya visi serupa dengan cara yang ingin dilakukan oleh Royal Enfield.

Seperti kita ketahui bersama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun memiliki sebuah Royal Enfield Classic 500 yang sering digunakannya bersama sang istri, Atalia Praratya.

baca juga

Terakhir, Vimal mengatakan bahwa perlakuan terhadap konsumen juga jadi poin penting, agar Royal Enfield bisa eksis di Indonesia.

Sebagai informasi, Royal Enfield sendiri merupakan produsen motor di kelas menengah, mulai dari 250 cc hingga 750 cc.

Royal Enfield sendiri sepertinya tidak berniat untuk turun ke pasar arus utama, seperti di kelas 150 cc, yang, di Indonesia sangatlah banyak peminatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Spek Motor Kustom Royal Enfield The 30 Garapan Kromworks

Bocoran Spek Motor Kustom Royal Enfield The 30 Garapan Kromworks

Otomotif | Senin, 07 Oktober 2019 | 10:21 WIB

Ramai Motor Kelas di Bawah 250 cc, Royal Enfield  Ogah Latah

Ramai Motor Kelas di Bawah 250 cc, Royal Enfield Ogah Latah

Otomotif | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 17:29 WIB

Gantengnya 'The 30', Moge Kustom Royal Endfield yang Bikin Terpana

Gantengnya 'The 30', Moge Kustom Royal Endfield yang Bikin Terpana

Otomotif | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 16:42 WIB

Terkini

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Mobil Daihatsu Apa yang Laris?

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Mobil Daihatsu Apa yang Laris?

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Menimbang Kelayakan Honda Vario Evo 160 Sebagai Partner Berkendara Harian

Menimbang Kelayakan Honda Vario Evo 160 Sebagai Partner Berkendara Harian

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

Solusi Praktis Antar Jemput Anak: 5 Motor Bekas dengan Bagasi Gede, Mulai 5 Jutaan

Solusi Praktis Antar Jemput Anak: 5 Motor Bekas dengan Bagasi Gede, Mulai 5 Jutaan

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:32 WIB

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:31 WIB

Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan

Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui

Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen

Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:49 WIB

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan

Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:25 WIB

×