Ekspor Produk Otomotif Nasional Bertahan di Tengah Perang Dagang

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ekspor Produk Otomotif Nasional Bertahan di Tengah Perang Dagang
Pengiriman produk ekspor Toyota dari Pelabuhan Tanjong Priok, Jakarta [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Lebih dari 30 tahun merek Toyota diuji menghadapi berbagai kondisi global.

Suara.com - Ekspor produk otomotif Toyota yang difasilitasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor  (ADM) sepanjang 2019 hingga September tercatat sebanyak 158.700 unit atau naik tipis sebesar tiga persen dibandingkan pencapaian tahun lalu dengan jumlah 154.600 unit melalui model Fortuner, Innova, Vios, Yaris, Sienta, Rush, Avanza, Agya, dan Townace/Liteace.

Posisi strategis sebagai salah satu basis produksi Kijang Innova dan Fortuner di kawasan Asia-Pasifik, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Sedan Toyota Vios, salah satu andalan ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada 2015 [Shutterstock].
Sedan Toyota Vios, salah satu andalan ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  [Dok TMMIN].

"Selama lebih dari 30 tahun, brand Toyota diuji untuk menghadapi berbagai macam kondisi global agar tetap bisa menghadirkan senyuman bagi pelanggan serta turut andil dalam memberikan sumbangsih bagi perekonomian negeri ini. Naik turun kinerja ekspor telah kami alami sehingga menjadi pelajaran berharga dalam menyusun langkah-langkah strategis berikutnya," ungkap Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN.

Sebagai buah dari hasil studi berkelanjutan untuk mengekspansi kiprah di pasar global, pada 2018 ekspor kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) bermerek Toyota berhasil mencatatkan volume rekor baru yaitu melampaui angka 200 ribu untuk pertama kalinya atau dengan jumlah sebesar 206 ribu unit.

Selanjutnya, pada 2019 ekspansi ekspor yang berhasil dilakukan TMMIN antara lain menambah destinasi ekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan serta beberapa negara Indo China.

Selain mengekspor kendaraan utuh, sepanjang bulan Januari hingga September 2019, Toyota juga mengapalkan kendaraan terurai (Complete Knock-Down atau CKD) sebanyak 34,3 ribu unit, mesin utuh tipe TR dan NR baik yang berbasis bahan bakar bensin maupun etanol sebanyak 93.100 unit serta komponen kendaraan sebanyak 73,8 juta item.

Sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Tegah dan Selatan serta Afrika menjadi destinasi ekspor brand Toyota.

Sementara itu, Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN mengatakan, posisi sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia Pasifik memungkinkan Toyota Indonesia untuk berkontribusi dalam tiga hal. Pertama, pada upaya substitusi impor melalui produksi lokal untuk pasar dalam negeri dan penciptaan potensi pasar ekspor.

Kedua, kontribusi pada kinerja ekspor otomotif. Produksi lokal kendaraan bermerek Toyota memberikan kontribusi sekitar 78 persen terhadap total ekspor kendaraan utuh dari Indonesia pada 2018.

Ketiga, sebagai jembatan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) pemasok komponen kendaraan lokal untuk dapat menembus pasar ekspor.

"Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk Toyota yang saat ini mencapai 75 persen hingga 94 persen menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan bermerek Toyota yang menggunakan material impor. Hal ini juga memberi potensi pada penguatan pengembangan industri komponen lokal di Indonesia," tutup Bob Azam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS