Menuju KBL, Penyedia Transportasi Daring Diharap Libatkan Pihak Lokal

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 15:00 WIB
Menuju KBL, Penyedia Transportasi Daring Diharap Libatkan Pihak Lokal
Peresmian SPKLU dilakukan di empat kota: Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Bali bagian selatan, bertepatan Hari Sumpah Pemuda. Sebagai ilustrasi menuju era KBL [Dok PLN].

Suara.com - Menuju era Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL, pemerintah terus mendorong kesiapan masyarakat Indonesia dalam menyerap dan mengaplikasikan berbagai hal terkait teknologi mobil, motor, serta baterai sebagai sumber tenaga listrik penggerak berbagai macam wahana transportasi.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan bakal tersedia insentif non-fiskal. Yaitu antara lain, adanya pembedaan pelat nomor KBL, penyediaan jalur khusus, pembebasan tarif parkir, pembebasan biaya uji tipe, sampai uji berkala dan Bea Balik Nama (BBN) Kendaraan Bermotor yang akan diatur supaya lebih rendah.

Pengisian ulang baterai atau recharging process Nissan LEAF [Suara.com/ukirsari].
Pengisian ulang baterai atau recharging process Nissan LEAF. Sebagai ilustrasi perlunya kesiapan SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum [Suara.com/ukirsari].

"Arahnya nanti parkir akan murah, ada jalur khusus, kemudian BBN-nya dimurahkan juga. Untuk Jakarta sebesar 10 persen, untuk Jawa Barat 2,5 persen dari nilai jual kendaraan bermotor," kata Budi Setiyadi.

Selain itu juga akan diusulkan pembebasan untuk tarif uji tipe dan uji berkala, yaitu dari nol persen hingga 50 persen.

"Dari nol persen sampai separuhnya, biasanya Rp 25 jutaan per satu tipe. Tapi kan untuk satu tipe nanti anaknya diproduksi banyak," jelasnya lagi.

Lantas untuk membedakan kendaraan listrik dengan non-listrik, Kemenhub juga tengah mengkaji pembedaan pelat nomor yang implementasinya berada di Kepolisian. Pembedaan pelat nomor kendaraan itu mengacu kepada negara-negara lain, yang menerapkan pelat nomor berbeda antara produk otomotif non-listrik dan kendaraan listrik.

Dan untuk mencapai kesiapan masyarakat Indonesia akan KBL, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menambahkan akan mengutamakan kendaraan umum dalam pembangunan mobil listrik dan segera dikembangkan secara masif.

"Pertama kali kami mengupayakan kendaraan umum dulu, seperti bus, kami prioritaskan untuk diproduksi di Indonesia," paparnya.

Lantas Menteri Perhubungan juga menyatakan bahwa aplikator penyedia jasa ojek dan taksi online atau ojol dan taksol, yaitu Gojek dan Grab didorong untuk menggandeng produsen lokal dalam mengembangkan KBL.

"Dengan Gojek dan Grab, saya minta kerja sama dengan pabrikan yang sifatnya massal, tidak mahal dan diupayakan mereka yang merakit, kalau bisa dibangun di Indonesia," kata Menhub dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Minggu (3/11/2019).

Disebutkannya pula bahwa dengan imbauan ini maka Gojek dan Grab bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi tenaga kerja lokal.

"Mereka pasti akan memproduksi dengan kuantitas banyak yang dapat memberikan lapangan kerja yang banyak," pungkas Budi Karya Sumadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantap, Indonesia Kembangkan Materi Alternatif untuk Baterai KBL

Mantap, Indonesia Kembangkan Materi Alternatif untuk Baterai KBL

Otomotif | Kamis, 07 November 2019 | 09:00 WIB

Keren, Indonesia Sudah Punya SPKLU Ultra-Fast Charging Pertama

Keren, Indonesia Sudah Punya SPKLU Ultra-Fast Charging Pertama

Otomotif | Senin, 04 November 2019 | 09:00 WIB

Untuk Ekosistem KBL, Menristek Sebut Motor Listrik Perlu Hal Ini

Untuk Ekosistem KBL, Menristek Sebut Motor Listrik Perlu Hal Ini

Otomotif | Jum'at, 01 November 2019 | 07:00 WIB

Terkini

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:41 WIB

Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara

Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi

Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:18 WIB

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:20 WIB

KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional

KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:42 WIB

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:24 WIB

Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan

Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:58 WIB

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:10 WIB

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:01 WIB