Turut Dukung Dunia Otomotif Zero Emission, Begini Tekad Balap F1

RR Ukirsari Manggalani
Turut Dukung Dunia Otomotif Zero Emission, Begini Tekad Balap F1
Balapan F1 GP Jepang 2019 selepas Christmas Tree (lampu start) menyala di Sirkuit Suzuka, Minggu (13/10/2019). Sebagai ilustrasi balap F1 [AFP/Behrouz Mehri]

Formula One (F1) sebagai cabang dari olah raga otomotif menjanjikan langkah ke arah zero emission.

Suara.com - Berbincang soal olah raga otomotif roda empat atau mobil, Formula One (F1) adalah ajang balap single seater paling akbar di muka bumi. Juara-juara dunia terus dicetak, dengan kecepatan melaju tembus 300 km per jam, dan tentunya, menggunakan bahan bakar alam atau natural.

Namun, F1 juga berada di posisi tak menguntungkan karena kebutuhan pasokan bahan bakarnya yang diambil dari lapisan kulit Bumi, serta sisa pembakaran atau gas buang sebagai hasil akhir pertandingan.

Sirkuit jalan raya F1 Singapura. Paddock dan control tower dekat Marina Bay Sands dan Singapore ferris wheel [Suara.com/ukirsari].
Sirkuit jalan raya F1 Singapura. Paddock dan control tower dekat Marina Bay Sands dan Singapore ferris wheel [Suara.com/ukirsari].

Kini, Liberty Media, pemilik serta pengelola balap jet darat atau F1 mengumumkan pada dunia buat pertama kali, soal pandangan dan keputusan berkenaan lingkungan hidup. Utamanya adalah dukungan yang akan mereka berikan terhadap zero emission atau jejak nol karbon.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara, pada Selasa (12/11/2019), Liberty Media selaku pemilik F1 menetapkan rencana keberlanjutan balap jet darat untuk mencapai jejak nol karbon bersih pada 2030.

"Kami menyadari peran penting bahwa semua organisasi harus turut serta menangani masalah global ini," papar Chase Carey, Chairman F1 dan Liberty Media dalam sebuah pernyataan seperti dikutip kanrtor berita Antara dari Reuters.

Ditambahkan oleh Chase Carey, bahwa mesin V6 trubo yang saat ini digunakan dalam balap F1 sejak 2014 bisa disebut paling efisien sebagai penghasil tenaga dengan pasokan bahan bakar lebih sedikit dibandingkan beberapa tipe mobil biasa.

"Kami percaya F1 bisa terus menjadi pemimpin industri otomotif, dan bekerja dengan sektor energi serta otomotif demi menghadirkan mesin pembakaran internal hibrida nol-karbon bersih pertama di dunia," tandas Chase Carey.

Sementara itu, serangkaian langkah pendukung zero emission di kalangan F1 juga siap diterapkan. Seperti logistik ultra efisien, dan sumber penerangan kantor, fasilitas, sampai pabrik ditenagai energi terbarukan atau renewable energy.

Lantas material berkelanjutan akan digunakan pada semua event balap jet darat, sengan prinsip digunakan kembali (reusable) atau didaur ulang (recycle), dan plastik sekali pakai dilarang digunakan.

Juga akan ada insentif bagi para penonton F1 yang mencapai arena balap dengan cara lebih ramah lingkungan.

Tahun depan, F1 akan dipentaskan di 22 sirkuit dan diikuti 10 tim, dan ajang balap terus berlangsung paling tidak hingga 2025.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS