Penelitian BATAN: Nanofluida yang Dikenal di Dunia Otomotif

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Sabtu, 07 Desember 2019 | 19:00 WIB
Penelitian BATAN: Nanofluida yang Dikenal di Dunia Otomotif
Mengisi coolant pada radiator. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Nanofluida adalah cairan yang telah dikenal cukup lama di dunia sains. Paling tidak sejak 1995, dan digunakan di beberapa sektor, antara lain bidang otomotif.  Di antara beberapa sifat yang dimiliki, nanofluida memiliki potensi atau kegunaan dalam aplikasi transfer panas.

Dikutip dari kantor berita Antara, Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN, saat ini tengah meneliti kemungkinan penggunaan nanofluida sebagai pengganti air untuk mendinginkan reaktor nuklir serta kegunaan lainnya.

"Awalnya penelitian dilakukan untuk mencari konduktivitas thermal fluida yang lebih besar daripada fluida yang ada, karena bila kami menggunakan cara-cara konvensional, itu sudah berada di batas atas atau tidak bisa lebih bagus lagi dari saat ini," jelas peneliti metalurgi BATAN, Dr Dani Gustaman Syarif ketika ditemui di laboratorium BATAN di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (6/12/2019).

Ilustrasi nuklir untuk listrik (Shutterstock)
Ilustrasi nuklir untuk listrik [Shutterstock].

Disebutkannya bahwa selama ini, reaktor-reaktor nuklir di seluruh dunia menggunakan air sebagai penghantar panas untuk mengurangi energi panas dalam reaktor.

Berbagai cara untuk menyempurnakan pendingin sudah dilakukan seperti memperluas permukaan pipa dan memberi tekanan yang lebih tinggi agar kecepatan air lebih besar. Namun paling ekonomis saat ini adalah memperbaiki karakteristik fluida atau cairan pendingin, demikian menurut sudut pandang Dr Dani Gustaman Syarif.

"Jadi di dunia ini belum ada yang menggunakan, apalagi di reaktor. Kami bersaing dengan banyak peneliti di negara lain untuk bisa secepatnya mengaplikasikan," jelasnya.

Sementara di dunia otomotif sendiri, dikutip dari laman Nanowerk, nanofluida diproduksi oleh dispersi nanopartikel yang stabil dalam cairan transfer panas. Sebagai penghantar digunakan media air atau etilen glikol.

Lewat sebuah penelitian pada 2014, dirancanglah sistem yang mirip dengan sistem pendingin radiator mobil dari berbagai jenis brand pada saat itu.

Campuran nanofluid yang dibuat dari perbandingan 60:40 antara air dan etilen glikol digunakan sebagai pengganti cairan pendingin radiator. Sementara Titanium oksida (TiO2) dan Tembaga oksida (CuO), masing-masing digunakan sebagai nanopartikel. Hasilnya, terjadi peningkatan perpindahan panas dengan penggunaan nanopartikel Tembaga oksida dibandingkan dengan nanopartikel Titanium oksida.

Hasil temuan berupa cairan ini lantas disempurnakan untuk digunakan secara luas oleh masyarakat umum, seperti di kendaraan sebagai pendingin radiator serta oleh industri yang menggunakan sistem perpindahan panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Kota Baru Butuh Energi Besar, Kepala BATAN: PLTN Bisa Jadi Pilihan

Ibu Kota Baru Butuh Energi Besar, Kepala BATAN: PLTN Bisa Jadi Pilihan

Jogja | Kamis, 29 Agustus 2019 | 21:39 WIB

Elon Musk Ingin Jatuhkan Bom Nuklir di Planet Mars, Ini Alasannya

Elon Musk Ingin Jatuhkan Bom Nuklir di Planet Mars, Ini Alasannya

Tekno | Selasa, 20 Agustus 2019 | 07:24 WIB

Dinilai Aman, Batan Tetap Lanjutkan Proyek Nuklir untuk Energi

Dinilai Aman, Batan Tetap Lanjutkan Proyek Nuklir untuk Energi

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 05:45 WIB

Terkini

Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas

Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 20:05 WIB

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:50 WIB

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang

5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 17:10 WIB

Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama

Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 16:58 WIB

Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru

Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:56 WIB

Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?

Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:49 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:35 WIB

Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil

Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 14:55 WIB