Jaga-jaga PD 3, Ini Bahan Bakar Alternatif jika Harga Minyak Meroket

Irwan Febri Rialdi, Cesar Uji Tawakal

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:22 WIB
Jaga-jaga PD 3, Ini Bahan Bakar Alternatif jika Harga Minyak Meroket
Motor berbahan bakar LPG. (Facebook/Fantri Boy Saka Sembiring)

Suara.com - Belakangan ini, media global tengah berfokus pada konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Memanasnya suhu politik di area tersebut tentu membuat harga minyak bumi berpotensi naik-turun.

Apalagi negara-negara penghasil minyak terbesar di muka bumi kebanyakan berada di daerah Timur Tengah, sebut saja Arab Saudi dan Iran.

Terkait hal tersebut, dilansir dari Autoevolution, inilah deretan bahan bakar alternatif yang mungkin bisa dikembangkan sebelum harga minyak melambung. Apa saja?

Pengendara motor melakukan transaksi saat antre untuk mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (31/12). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]
Pengendara motor melakukan transaksi saat antre untuk mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (31/12). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

1. CNG-Compressed Natural Gas (Gas Alam Bertekanan Tinggi)

CNG sebenarnya adalah metana yang disimpan dalam tekanan tinggi. Manfaatnya adalah pembakaran yang lebih bersih serta mudah untuk dikemas dan dikirim.

Tak cuma itu, bahan bakar ini membuat oli mesin menjadi awet dan produksi gas karbon dioksida menurun.

Kelemahan bahan bakar ini adalah CNG membutuhkan lebih banyak ruang penyimpanan dibanding bahan bakar minyak.

2. Bensin Sintetis

baca juga

Bensin sintetis bukanlah hal yang baru. Bahan bakar ini sudah dikembangkan sejak 1919 dan pernah digunakan pada perang dunia kedua, walaupun tak dalam skala besar.

Hanya saja pembuatan bahan bakar ini tergolong mahal, selain itu proses produksinya tidak efisien lantaran terlalu banyak bahan yang diperlukan untuk memproduksi jumlah bahan bakar dengan jumlah sedikit.

3. Ethanol

Etanol secara esensi cukup identik dengan alkohol. Bahkan, bahan bakar ini sudah banyak digunakan di negara Amerika Latin.

Bahan bakar ini dapat datang dari sumber energi terbarukan. Namun, mutu bahan bakar ini sangat bergantung pada tanaman yang difermentasi. Misal tanaman yang emisinya paling bersih adalah tebu, sementara hasil sebaliknya dihasilkan oleh jagung.

4. Hidrogen

Walaupun sumbernya mudah ditemukan, tetapi pengolahan hidrogen agar bisa menjadi tenaga mesin masih membutuhkan riset.

Belum diketahui keunggulan dan kelemahan dari bahan bakar jenis ini. Yang jelas beberapa produsen otomotif mulai mengarahkan risetnya ke penggunaan bahan bakar hidrogen.

Namun, sejauh ini, bahan bakar hidrogen diklaim lebih bersih daripada bahan bakar minyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hits Otomotif Pagi: Fernando Alonso Reli Dakar, Tips Motoran Hujan

5 Hits Otomotif Pagi: Fernando Alonso Reli Dakar, Tips Motoran Hujan

Otomotif | Rabu, 15 Januari 2020 | 07:00 WIB

Incar Siswi Pulang, Pelaku Teror Onani Suka Video Porno Lakon Anak Sekolah

Incar Siswi Pulang, Pelaku Teror Onani Suka Video Porno Lakon Anak Sekolah

Jatim | Selasa, 14 Januari 2020 | 22:50 WIB

Viral Onani di Motor, Tersangka Sudah 6 Kali Pamer Kelamin ke Siswi

Viral Onani di Motor, Tersangka Sudah 6 Kali Pamer Kelamin ke Siswi

Jatim | Selasa, 14 Januari 2020 | 22:06 WIB

Terkini

Xiaomi Ekspansi Bikin Mobil Jenis Baru, Usung Nama "Pengembara Langit"

Xiaomi Ekspansi Bikin Mobil Jenis Baru, Usung Nama "Pengembara Langit"

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:24 WIB

9 Mobil Keluarga di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Murah Perawatan

9 Mobil Keluarga di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Murah Perawatan

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:21 WIB

Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia

Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:25 WIB

Changan Indonesia Akui Kendala Suplai dan Harga Hambat Laju Penjualan Changan Lumin

Changan Indonesia Akui Kendala Suplai dan Harga Hambat Laju Penjualan Changan Lumin

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:40 WIB

Mobil Listrik Mirip Honda Prelude Ini Harganya Selisih Jauh, Kok Bisa?

Mobil Listrik Mirip Honda Prelude Ini Harganya Selisih Jauh, Kok Bisa?

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:39 WIB

6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Murah Terbaik untuk Pemula

6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Murah Terbaik untuk Pemula

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:20 WIB

Solusi Murah Motor Sport 250cc: 5 Pilihan Bekas Lebih Terjangkau dari Scoopy Baru

Solusi Murah Motor Sport 250cc: 5 Pilihan Bekas Lebih Terjangkau dari Scoopy Baru

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:25 WIB

Strategi Changan Dongkrak Penjualan di Indonesia Sebagai Pendatang Baru

Strategi Changan Dongkrak Penjualan di Indonesia Sebagai Pendatang Baru

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:22 WIB

Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global

Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:11 WIB

Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang

Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang

Otomotif | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:02 WIB

×