Pedal Kopling Terasa Berat, Apakah Penyebabnya?

Sabtu, 01 Februari 2020 | 15:00 WIB
Pedal Kopling Terasa Berat, Apakah Penyebabnya?
Clutch disc alias piringan kopling yang perlu diperiksa berkala termasuk bagian pegas untuk kaki [Shutterstock].

Suara.com - Bagi pengguna mobil dengan transmisi manual, mungkin pernah merasakan pedal kopling yang terasa berat. Hal ini tentunya bisa mengganggu konsentrasi mengemudi.

Kondisi pedal kopling yang berat ditimbulkan oleh beberapa sebab. Akan tetapi paling banyak ditemui karena kurangnya perawatan dan perilaku mengemudi yang salah dalam memperlakukan kopling.

Ilustrasi mengemudi. (Unsplash/Why Kei)
Ilustrasi mengemudi. Agar fokus, pegas kopling juga perlu disiapkan agar nyaman [Unsplash].

Seperti dilansir dari laman mobil88, ada beberapa hal yang mempengaruhi beratnya injakan kopling. Di antaranya yaitu:

  1. Pertama, biasanya disebabkan oleh cover clutch yang sudah usang, sehingga per penekan pelat kopling sudah "mati" atau tidak ngeper lagi alias tidak ada daya pegas mengembalikan tekanan yang diberikan oleh alas kaki pengemudi.
  2. Kedua, release bearing dan pilot bearing yang sudah rusak. Kondisi ini dipastikan menimbulkan ketidaknyamanan salah satunya berat ketika diinjak. Selain itu, jika dari hari ke hari terasa makin keras, bisa jadi kampas kopling mulai haus.
  3. Ketiga, tidak benar dalam menggunakan kopling. Misalnya, menginjak dan melepas kopling secara kasar. Bila sering dilakukan, pelat atau piringan kopling terhadap roda gila akan terasa lebih keras dan mempercepat keausan sistem kopling.
  4. Terakhir, keringnya pelumasan pada komponen kopling seperti release bearing atau dudukan luncur release bearing dan per cover clutch.

Beberapa kondisi tadi, adalah hal-hal berat bisa dapat membuat pelat kopling menjadi terasa berat. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan.

Pemilik mobil disarankan mengganti satu set kopling. Biayanya memang cukup mahal, namun gejala keras dipastikan hilang.

Akan tetapi, jika penyebabnya adalah kurangnya pelumasan, bisa coba menyemprotkan anti karat pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling.

Dan untuk mengantisipasi terjadinya masalah pada kopling, disarankan untuk selalu menggunakan gigi satu saat start. Serta menetralkan tuas transmisi jika berhenti.

Tidak hanya itu, hal lain yang perlu dihindari adalah tidak melakukan setengah kopling saat menanjak dan tidak meletakkan kaki di atas pedal kopling sepanjang mengemudi.

Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Bocah Patuh Lalu Lintas, Facelift Mobil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI