Relaksasi Kredit Hanya untuk Konsumen Terdampak Covid-19

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan | Suara.com

Rabu, 08 April 2020 | 14:30 WIB
Relaksasi Kredit Hanya untuk Konsumen Terdampak Covid-19
Angkutan bus. Sebagai ilustrasi [ANTARA Foto].

Suara.com - Badai Coronavirus Disease atau Covid-19 turut memukul sektor otomotif dalam pelbagai bidang usaha. Mulai industri kendaraan roda dua dan roda empat, sampai perusahaan transportasi darat. Antara lain usaha bus pariwisata serta angkutan umum.

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan akan memberikan keringanan kredit bagi debitur bank dan perusahaan pembiayaan atau leasing yang terdampak Virus Corona atau Covid-19.

Meski demikian, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head Mandiri Tunas Finance, Arif Reza Fahlepi mengatakan, banyak yang salah arti memahami kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu.

Melihat Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020
Kecanggihan Teknologi Bus dan Truk GIICOMVEC 2020. Sebagai ilustrasi kendaraan komersial [ANTARA Foto].

"Restrukturisasi pinjaman masih banyak disalahartikan oleh masyarakat, prakteknya tidak seperti itu. Relaksasi diberikan dan dijalankan oleh OJK, diprioritaskan kepada konsumen yang terdampak, seperti UMKM, sektor pariwisata. Mereka boleh ajukan dengan syarat-syarat yang ditetapkan OJK," ujar Arif Reza Fahlepi, saat bincang virtual beraama awak media, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan, MTF sendiri sudah membuatkan form (permintaan restrukturisasi pinjaman) dan bisa didownload di situs MTF. Bahwa yang terdampak yang bisa mengajukan restrukturisasi.

"Ada proses assesment, kami lihat usahanya benar-benar terdampak atau tidak, unitnya masih ada atau tidak," kata Arif Reza Fahlepi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pengajuan harus sesuai dengan pemohon kredit, history pembayaran juga dilihat. Kalau sebelum Covid-19 ternyata sudah bermasalah pasti tidak masuk.

Arif Reza Fahlepi memberi contoh beberapa perusahaan yang terdampak seperti PO bus pariwisata dan antarkota. Karena Covid-19 berdampak berkurangnya penumpang.

"Saat ini sudah ada sekitar dua ribu pengajuan. Komposisinya 80 persen individu dan sisanya perusahaan," papar Arif Reza Fahlepi.

Catatan dari Redaksi: Jika merasakan gejala batuk, sakit tenggorokan dan demam, informasi seputar Coronavirus Disease (Covid-19) bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119. Terapkan imbauan tetap tinggal di rumah, dan jaga jarak atau physical distancing, minimal dua meter persegi. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diterpa Corona, Toyota Kemungkinan Revisi Target Penjualan

Diterpa Corona, Toyota Kemungkinan Revisi Target Penjualan

Otomotif | Rabu, 08 April 2020 | 12:00 WIB

Viral, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tinjau Sosialisasi Covid-19

Viral, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tinjau Sosialisasi Covid-19

Otomotif | Rabu, 08 April 2020 | 08:25 WIB

Dampak Covid-19, Industri Otomotif Diprediksi Baru Pulih 2021

Dampak Covid-19, Industri Otomotif Diprediksi Baru Pulih 2021

Otomotif | Selasa, 07 April 2020 | 12:04 WIB

Terkini

Gaya Kalcer Yamaha Grand Filano Hybrid Libas Jalur Pegunungan

Gaya Kalcer Yamaha Grand Filano Hybrid Libas Jalur Pegunungan

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 13:20 WIB

Krisis BBM Global: Australia Gratiskan Naik Bus dan Kereta, Indonesia Bagaimana?

Krisis BBM Global: Australia Gratiskan Naik Bus dan Kereta, Indonesia Bagaimana?

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 13:03 WIB

Tips Hemat Bensin Motor Matik Untuk Cegah Kelangkaan BBM

Tips Hemat Bensin Motor Matik Untuk Cegah Kelangkaan BBM

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 12:49 WIB

Solusi Cerdas Pajak Anti Mahal: 5 Mobil Semewah HR-V tapi Harga bak Brio Satya Baru

Solusi Cerdas Pajak Anti Mahal: 5 Mobil Semewah HR-V tapi Harga bak Brio Satya Baru

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 12:36 WIB

4 Daftar Mobil 7 Penumpang Harganya Masih 100 Jutaan di 2026, Paling Worth It untuk Dibeli

4 Daftar Mobil 7 Penumpang Harganya Masih 100 Jutaan di 2026, Paling Worth It untuk Dibeli

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 12:29 WIB

Fakta Orang Keracunan AC saat Istirahat di Dalam Mobil, Ternyata Ini yang Terjadi

Fakta Orang Keracunan AC saat Istirahat di Dalam Mobil, Ternyata Ini yang Terjadi

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 11:52 WIB

5 Mobil Bekas yang Perawatannya Mudah dan Irit BBM, Cocok untuk Harian

5 Mobil Bekas yang Perawatannya Mudah dan Irit BBM, Cocok untuk Harian

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 11:04 WIB

Hyundai Siapkan Mobil Listrik Compact Anyar, Harga Diprediksi Kompetitif

Hyundai Siapkan Mobil Listrik Compact Anyar, Harga Diprediksi Kompetitif

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 11:02 WIB

5 Rekomendasi Mobil yang Bagus untuk Tanjakan, Cocok Buat Mobilitas Antarkota

5 Rekomendasi Mobil yang Bagus untuk Tanjakan, Cocok Buat Mobilitas Antarkota

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 10:55 WIB

5 Mobil Bekas Murah, Awet untuk Jangka Panjang, Mudah Dirawat tapi Nggak Pasaran, Harga Mirip Motor

5 Mobil Bekas Murah, Awet untuk Jangka Panjang, Mudah Dirawat tapi Nggak Pasaran, Harga Mirip Motor

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 10:49 WIB