6 Kisah Pilu Driver Ojol Saat Pandemi dan Sepi Order, Ada Yang Bunuh Diri

Angga Roni Priambodo

Senin, 20 April 2020 | 15:53 WIB
6 Kisah Pilu Driver Ojol Saat Pandemi dan Sepi Order, Ada Yang Bunuh Diri
Seorang driver ojek online, Dannies Mutiara Adi, menunjukkan riwayat orderan yang baru dia dapatkan selama empat jam on bid di Jalan Gedong Kuning, Kotagede, Yogyakarta, Selasa (31/3/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Suara.com - Wabah virus corona memang membuat beberapa kalangan mengalami penurunan pendapatan, termasuk driver ojek online atau ojol.

Sejumlah driver ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) menjerit karena pendapatan mereka menurun drastis sejak wabah ini menyebar di Indonesia.

Berbagai kisah pilu ojol dan taksol pun memenuhi beranda di media sosial. Ada yang kisahnya diusir dari kontrakan. Ada juga kisah dimana salah seorang driver taksol bunuh diri.

Berikut beberapa kisah miris para driver ojol dan taksol, yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Ojol dan Keluarganya Diusir dari Kontrakan.

Ojol diusir dari kontrakan karena tak bisa bayar kontrakan (Facebook-KUMI Indonesia)
Ojol diusir dari kontrakan karena tak bisa bayar kontrakan (Facebook-KUMI Indonesia)

Driver ojol satu ini harus rela tidur di pelataran ruko di Jalan Kartini, Depok. Ojol beserta istri dan 2 anaknya harus tidur di sana lantaran ia diusir dari kontrakan karena belum bayar kontrakan.

Ojol tersebut sepertinya kesulitan untuk mencari nafkah di saat sepi orderan karena wabah virus corona ini. Beruntung rekannya kemudian membawa keluarga ini tinggal di basecamp mereka untuk sementara waktu.

2. Kebingungan Biaya saat Istri Masuk Rumah Sakit.

Ojol bingung harus mencari duit buat bayar perawatan istrinya dimana lagi (Facebook-KUMI Indonesia)
Ojol bingung harus mencari duit buat bayar perawatan istrinya dimana lagi (Facebook-KUMI Indonesia)

Kisah pilu menghampiri ojol satu ini. Seorang ojol dibikin pusing karena istrinya dirawat di rumah sakit. Ia bingung mencari biaya rumah sakit dari mana lagi kalau sepi orderan begini.

baca juga

3. Ditipu Penumpang Rp 700 Ribu

Ojol yang kena tipu penumpang diserahkan ke komunitas untuk diantarkan ke rumah asalnya (Instagram-agendasolo)
Ojol yang kena tipu penumpang diserahkan ke komunitas untuk diantarkan ke rumah asalnya (Instagram-agendasolo)

Sungguh tega sekali penumpang menipu ojol sampai Rp 700 ribuan di saat sepi orderan. Kisah ini menimpa seorang ojol bernama Mulyono.

Mulyono mengantarkan penumpang dari Purwokerto hingga Solo. Namun saat sampai tujuan ia harus menerima nasib apes karena penumpang tidak membayar jasanya.

Belakangan simpati ke Mulyono mengalir deras dari berbagai pihak sementara si penipu pun sudah tertangkap.

4. Jual Ponsel untuk Bayar Kredit Motor.

Seorang driver ojek online, Dannies Mutiara Adi, menunjukkan riwayat orderan yang baru dia dapatkan selama empat jam on bid di Jalan Gedong Kuning, Kotagede, Yogyakarta, (SuaraJogja.id-Muhammad Ilham Baktora)
Seorang driver ojek online, Dannies Mutiara Adi, menunjukkan riwayat orderan yang baru dia dapatkan selama empat jam on bid di Jalan Gedong Kuning, Kotagede, Yogyakarta, (SuaraJogja.id-Muhammad Ilham Baktora)

Seorang ojol bernama Dannies Mutiara Adi (28) harus menjual ponsel miliknya demi bisa membayar cicilan motornya. Di saat pandemi corona ini, ia merasa sepi orderan.

Ia mengaku kalau penghasilannya hanya Rp 40-70 ribu dalam sehari. Ia merasa pendapatannya tersebut tak cukup untuk membayar cicilannya sehingga ia memilih menjual ponsel miliknya.

5. Kena Order Fiktif Hingga Rp 1,8 Juta

Ojol apes kena orderan fiktif (Instagram-supergo-jek)
Ojol apes kena orderan fiktif (Instagram-supergo-jek)

Di saat orderan sepi, beberapa driver ojol ini malah kebanjiran orderan. Tapi semua orderan yang diterima fiktif. Ojol-ojol tersebut harus merugi Rp 1,8 juta.

Padahal di saat pandemi virus corona ini, para ojol menanti orderan. Eh, masih ada yang suka jahil.

6. Bunuh Diri Tak Kuat Bayar Cicilan

Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Kisah sopir taksol bernama Juna Lismi harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pria berusia 32 tahun ini memilih gantung diri karena tak kuat membayar cicilan mobilnya.

Penghasilannya selama ia bekerja belum cukup melunasi mobilnya. Apalagi di saat pandemi corona yang membuat orderan sepi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Corona Tak Surutkan Tekad Aiman Cahyadi untuk Balapan

Pandemi Corona Tak Surutkan Tekad Aiman Cahyadi untuk Balapan

Sport | Sabtu, 18 April 2020 | 16:17 WIB

Curhat Warga, Ojol dan Taksi Online di Tengah Wabah Corona

Curhat Warga, Ojol dan Taksi Online di Tengah Wabah Corona

Video | Jum'at, 17 April 2020 | 21:30 WIB

Dampak Corona, MotoGP Bekukan Pengembangan Mesin Hingga 2022

Dampak Corona, MotoGP Bekukan Pengembangan Mesin Hingga 2022

Sport | Kamis, 16 April 2020 | 21:31 WIB

Terkini

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

×