Keren, Dirlantas Polda Kalsel Katakan Tidak Ada Warganya yang Mudik

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 21 Mei 2020 | 08:59 WIB
Keren, Dirlantas Polda Kalsel Katakan Tidak Ada Warganya yang Mudik
Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Andi Azis Nizar (kiri) [Antaranews Kalsel/Sukarli].

Suara.com - Badai pandemi 2019 Novel Coronavirus atau Covid-19 bakal bisa melandai secara signifikan, bila gerak manusia dibatasi. Artinya, dengan tidak mengadakan kontak atau interaksi antarmanusia, maka penyebaran si virus bisa dihambat. Bahkan berhasil memutus rantai peredarannya.

Mengapa demikian? Karena terjadinya infeksi Covid-19 tidak berjalan linier melainkan berpangkat atau eksponensial. Dalam satu kerumunan saja, setiap orang yang terinfeksi akan membawa virus ke rumah masing-masing. Dan sebelum menulari orang dalam satu tempat tinggal, mereka melewati perjalanan dan bertemu dengan orang lain, serta berpotensi menularkan pula.

Kapankah saat-saat kritis berpindahnya si virus Covid-19 terjadi? Jawabnya kapan saja. Namun potensi terbesar adalah pergerakan orang dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tanpa memperhatikan protokol kesehatan terkait penyebarannya. Oleh karena itu, sudah dipasang rambu bernama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sampai imbauan tetap tinggal di rumah, serta dilarang mudik.

Dikutip dari kantor berita Antara, Kombes Pol Andi Azis Nizar, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan menyatakan bahwa dari laporan lapangan aparat Kepolisian di wilayahnya,  disebutkan tidak ada warga Kalimantan Selatan mudik keluar kota sejak ditetapkan larangan mudik Lebaran demi mengatasi Covid-19.

"Sampai dengan saat ini, warga kami yang ke luar daerah lain itu saya tidak dapat laporan diputarbalikkan," jelasnya di Banjarmasin, Rabu (20/5/2020).

Bahkan, ditambahkannya pula, tidak ditemui upaya akal-akalan pemudik untuk mengelabui para petugas Kepolisian di lapangan, agar bisa lolos mudik Lebaran ke kampung halaman.

"Seperti diberitakan misalnya, terjadi pada saudara-saudara kita di Sumatera atau di daerah Jawa. Pemudik masuk truk, seolah-olah truk itu tidak ada muatan, padahal ada orang yang mau mudik," jelasnya.

baca juga

"Atau ada akal-akalan lain, naik bus bersembunyi di tempat barang. Ada pelbagai cara lagi untuk bisa mudik dengan cara sembunyi-sembunyi. Kami bersyukur, hingga kini di daerah kami tidak ada," kata Kombes Pol Andi Azis Nizar.

Memang, ia menyatakan ada laporan dari Kasad Lantas beberapa mobil yang diketahui membawa pemudik atau ingin mudik diputar balikkan. Namun kejadian itu adalah dari luar daerah untuk masuk ke wilayah Kalimantan Selatan.

"Tidak lebih lima kendaraan juga, hingga tidak signifikan," tandasnya.

Kombes Pol Andi Azis Nizar berharap, kepatuhan masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman terus terjaga hingga pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir atau sudah dapat dikendalikan.

"Kebijakan pemerintah untuk melarang mudik ini bukan untuk pemerintah, tapi untuk masyarakat dan diri kita masing-masing agar tidak menyebarkan virus Covid-19 kepada orang tercinta di kampung halaman," tukasnya.

Dipaparkan pula oleh Kombes Pol Andi Azis Nizar, bahwa sejak awal Ramadan, pihaknya sudah mengintensifkan penjagaan lalu lintas. Khususnya di Banjarmasin yang mulai menerapkan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Ada sebanyak 3.000 petugas kami yang selalu menjaga arus lalu lintas di provinsi ini tetap lancar dan semua pengendara taat aturan," jelas Kombes Pol Andi Azis Nizar.

Dia pun menyampaikan, dengan adanya wabah ini, di mana aktivitas masyarakat di jalan berkurang drastis, maka angka kecelakaan pun sangat turun.

"Bahkan lebih 50 persen angka kecelakaan berkurang dibandingkan tahun lalu saat ramainya mudik Lebaran," pungkasnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Selalu gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama cuci tangan rutin. Dengan pengertian saling bantu dan saling dukung, kita bisa mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terminal Bus Mandala Lebak Sepi dari Aktivitas Pemudik

Terminal Bus Mandala Lebak Sepi dari Aktivitas Pemudik

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2020 | 06:00 WIB

Niat Mudik? Ayo Tahan Kangennya Sementara, dan Bingkiskan Asuransi

Niat Mudik? Ayo Tahan Kangennya Sementara, dan Bingkiskan Asuransi

Otomotif | Jum'at, 15 Mei 2020 | 08:05 WIB

Kelabui Aparat saat PSBB Gorontalo: Masuk di Bagasi Mobil dalam Truk

Kelabui Aparat saat PSBB Gorontalo: Masuk di Bagasi Mobil dalam Truk

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2020 | 06:25 WIB

Terkini

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:54 WIB

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:49 WIB

Operasi Karhutla di Kaltim Dibantu Australia, Pesawat Pemadam Disiapkan Terbang 6 Kali Sehari

Operasi Karhutla di Kaltim Dibantu Australia, Pesawat Pemadam Disiapkan Terbang 6 Kali Sehari

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:47 WIB

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:47 WIB

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:44 WIB

Pelatih Melbourne Victory Akui Kualitas Persib Bandung usai Dipermalukan di Kandang

Pelatih Melbourne Victory Akui Kualitas Persib Bandung usai Dipermalukan di Kandang

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:43 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:41 WIB

×