Ganjil Genap Belum Diberlakukan Kembali, Begini Alasannya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ganjil Genap Belum Diberlakukan Kembali, Begini Alasannya
Petugas Dishub DKI Jakarta memasang rambu-rambu perluasan ganjil genap di kawasan Jalan Gunung Sahari, Jakarta (9/8/2019). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Arya Manggala]

Agar tidak terjadi penumpukan di transportasi umun menjadi dasar aturan ganjil genap belum diberlakukan

Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memiliki alasan tersendiri terkait ditundanya aktivasi sistem ganjil genap. Yaitu demi menjaga protokol kesehatan physical distancing atau jaga jarak dalam kendaraan umum.

"Tentu, pemerintah bersama Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengkaji. Karena apa: kita berupaya supaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dalam keterangannya.

Selain itu, Dirlantas juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga belum memberikan instruksi untuk mengaktifkan kembali sistem ganjil genap. Ditambahkannya, apabila sistem ganjil genap kembali diaktifkan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, dikhawatirkan penumpang angkutan umum akan membeludak.

"Kalau kami aktifkan ganjil genap, semisal hari ini adalah tanggal ganjil, maka pengguna kendaraan genap tentu akan beralih ke angkutan umum. Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga," jelas Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Meski volume kendaraan di jalanan ibu kota hampir mencapai volume normal, ia mengatakan bahwa sistem ganjil genap belum diperlukan. Lantaran adanya surat edaran gugus tugas terkait pembagian jam masuk kantor yang cukup membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

"Surat edaran dari satuan gugus tugas yang menyatakan bahwa ada pembagian jam masuk kantor jam 7.00 WIB dan jam 10.00 WIB ini saya rasa cukup membantu. Terutama bagi penumpang angkutan umum, yang setiap pagi menggunakan komuter bergerak dari arah Bodetabek masuk Jakarta," ujarnya.

Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS