Era Mobil Listrik, Ini Peluang Indonesia Jadi Produsen

RR Ukirsari Manggalani
Era Mobil Listrik, Ini Peluang Indonesia Jadi Produsen
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (20/9/2019). [Suara.com/Arya Manggala]

Indonesia memiliki sumber alam berupa nikel dan kobalt. Cukupkah keduanya sebagai modal produsen mobil listrik?

Suara.com - Keinginan dan komitmen Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik dituangkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dikutip dari kantor berita Antara, Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik, termasuk sikap yang ditunjukkan pemerintah dengan mendorong swasta yang selama ini mengimpor kendaraan listrik untuk segera membangun pabrik kendaraan listrik di Tanah Air dan menggandeng prinsipal dari luar negeri.

Moeldoko dan bus listrik MAB. (Facebook/Moeldoko)
Moeldoko dan bus listrik MAB. (Facebook/Moeldoko)

"Kita tentunya tidak ingin menjadi importir kendaraan terus-menerus, tapi harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari sisi teknologi sebenarnya Indonesia sudah bisa menguasai," papar Satryo Soemantri Brodjonegoro, Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara saat dihubungi di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Sebagai tahapannya, Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan bahwa Indonesia akan mencoba mengembangkan dua hal. Yaitu mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kemudian mengembangkan baterai lithium sebagai komponen penggerak utama kendaraan listrik, dengan material dari Tanah Air sendiri, yaitu sumber daya alam kobalt dan nikel.

"Karena itu, kita tawarkan ke negara yang sudah lebih maju di bidang industri ini untuk bekerja sama. Pemerintah telah membentuk tim untuk menyiapkan pengembangan industri baterai lithium," tukas Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Sementara Firdausi Manti, Asisten Deputi Industri Penunjang Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi menambahkan bahwa pemerintah mendukung swasta mengimpor kendaraan listrik, tapi berharap ada alih teknologi dari prinsipal asing.

"Indonesia bisa menjadi pemain rantai pemasok global baterai untuk kendaraan listrik. Rantai pasokan global dalam industri kendaraan listrik diperlukan, di mana sesama negara bisa saling melengkapi suku cadang. Misalnya Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, mengingat nikel bisa menjadi salah satu pembuat baterai mobil listrik," jelasnya.

Dan Luhut Binsar Panjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan bahwa hilirisasi nikel yang sedang dilakukan pemerintah bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dunia baterai lithium.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS