Suara.com - Dua pekan terakhir 2020, bus listrik Higer dari PT Higer Maju Indonesia (HMI) mengikuti pengujian yang diadakan TransJakarta. Sebelumnya, wahana transportasi massal berbahan bakar non-minyak bumi itu telah mengantongi Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Menteri Perindustrian.
Menilik peruntukan serta sumber daya penggeraknya, bus listrik Higer bisa menjadi opsi pendukung rencana pemerintah mempercepat pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang telah dituangkan melalui Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.
KBLBB yang digunakan boleh produk dari mana saja, sepanjang kualitasnya bagus, efisien dalam penggunaan baterai, mempunyai teknologi terkini, dan mengedepankan aspek keselamatan.
PT Higer Maju Indonesia (HMI) sebagai Eksklusif Distributor dan Manufakturing dari Produk Bus Higer di Indonesia, resmi memperkenalkan bus listrik Higer yang memiliki jangkauan hingga 300 km.
![Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/06/14567-bus-listrik-transjakarta.jpg)
Spesifikasi baterai bus listrik Higer memiliki kapasitas 385 kW dengan pengisian ulang atau recharging penuh sekitar tiga hingga empat jam. Sementara tenaga yang dihasilkan bus mencapai 145 kW dengan torsi maksimal 3.300 Nm.
Direktur Utama PT Higer Maju Indonesia Antonius R Ismanto mengungkapkan bahwa bus listrik Higer hadir di Indonesia dan siap mendukung TransJakarta dalam pengadaan kendaraan umum ramah lingkungan.
"Bus listrik Higer sangat efisien dengan kapasitas baterai yang sangat besar dan jauh di atas kompetitor lainnya. Dengan kapasitas besar ini, maka dapat mencapai jarak tempuh lebih jauh, dengan pengisian daya baterai yang lebih singkat," jelas Antonius R Ismanto dalam rilis di awal pekan ini (28/12/2020).
Memiliki bobot kosong 13 ton, kapasitas tempat duduk bus Higer adalah 34 bangku.
"Penyediaan bus listrik Higer di Indonesia ini sejalan dengan visi pemerintah untuk kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan yang bebas polusi gas buang atau Zero Emission dan bebas polusi suara karena bus listrik Higer berjalan dengan senyap," pungkas Antonius R Ismanto.