alexametrics

Daihatsu Belum Bisa Perkirakan Dampak dari PPnBM 0 Persen

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Daihatsu Belum Bisa Perkirakan Dampak dari PPnBM 0 Persen
Booth PT Astra Daihatsu Motor, dalam salah satu penyelenggaraan GIIAS sebelum pandemi Covid-19 [Suara.com/CNR ukirsari].

Adanya relaksasi pajak diharapkan mampu meningkatkan daya serap pasar. Seberapakah besarnya?

Suara.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) optimistis pasar otomotif Nasional akan mengalami peningkatan pada Maret 2021. Hal ini tidak lepas dari relaksasi pajak PPnBM yang ditetapkan pemerintah.

Namun demikian, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memperkirakan berapa besar dampak yang didapat dari relaksasi pajak ini.

"Berapa besar dampaknya kami belum bisa katakan. Kita masih tunggu dulu petunjuk teknisnya. Karena terlalu dini untuk mengatakan dampaknya," ujar Hendrayadi L, saat bincang virtual, baru-baru ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM, Amelia Tjandra. Pihaknya yakin, walaupun Februari pasar mengalami penurunan, namun akan mengalami kenaikan pada Maret.

Baca Juga: Relaksasi PPnBM, Daihatsu Siap Umumkan Penurunan Harga

Tampak depan pabrik dari PT Daihatsu Astra Motor [Dok. PT Astra Daihatsu Motor].
Tampak depan pabrik dari PT Daihatsu Astra Motor. Sebagai ilustrasi optimisme menyambut pasar otomotif dengan relaksasi pajak [Dok. PT Astra Daihatsu Motor].

"Berapa besar belum bisa dihitung. Tapi pasti positif," tegas Amelia Tjandra.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah Indonesia telah menyetujui usulan terkait relaksasi PPnBM kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021.

Skenario besaran relaksasi PPnBM adalah nol persen pada Maret-Mei, kemudian 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November 2021.

Dengan relaksasi ini, diharapkan estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

Baca Juga: Diprediksi, Harga Mobil Bekas Turun Maret 2021 Jika PPnBM 0 Persen Berlaku

Komentar