Array

Indonesia dan Australia Miliki IA CEPA, Mendag Dorong APM Ekspor Otomotif

Jum'at, 26 Februari 2021 | 08:06 WIB
Indonesia dan Australia Miliki IA CEPA, Mendag Dorong APM Ekspor Otomotif
Ilustrasi kerja sama Australia-Indonesia [Istimewa].

Suara.com - Saat ini, Indonesia dan Australia telah memiliki ikatan kerja sama bertajuk Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan bahwa perjanjian ini bisa dimanfaatkan para Agen Pemegang Merek (APM) asal Jepang.  Yaitu untuk mengekspor produk-produk otomotif ke Negeri Kanguru.

"Saya akan bicara dengan principal mereka di Jepang untuk memastikan mereka memakai fasilitas produksi yang ada di Indonesia untuk mengekspor mobil mereka ke mancanegara, terutama negara-negara yang punya perjanjian perdagangan dengan RI, contohnya dengan Australia," jelas Mendag Muhammad Lutfi saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (25/2/2021), sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

Lebih lanjut, Muhammad Lutfi menyebutkan bahwa pasar mobil di Australia mencapai 1,2 juta per tahun, sementara Indonesia belum menggunakan peluang ini. Lewat penandatanganan IA CEPA, peluang itu bisa dimanfaatkan.

Presiden NKRI Joko Widodo meresmikan pelepasan ekspor bersama yang berlangsung di 14 kota [Grup Astra].
Presiden NKRI Joko Widodo meresmikan pelepasan ekspor bersama produk otomotif, mulai kendaraan hingga suku cadang, Dsember 2020. Dilakukan di 14 kota di Tanah Air, tujuannya adalah ke pasar Asia - Oceania hingga Amerika Selatan [Grup Astra].

Di masa sebelum pandemi, Indonesia mengekspor 310.000 unit mobil pada 2019 yang bernilai 8,2 miliar dolar dolar Amerika Serikat (AS) dari total penjualan 1,1 juta unit.

Perolehan ini menurun pada 2020, dengan ekspor 250.000 unit senilai 6,6 miliar dolar AS dari total penjualan sekitar 550.000 ribu unit kendaraan.

Agar stok kendaraan yang menumpuk di gudang akibat dampak pandemi dapat berangsur turun, langkah ekspor bisa dilakukan sehingga pabrik dapat kembali melakukan produksi.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa relaksasi Pajak penjualan Barang Mewah (PPnBM) agar daya beli masyarakat untuk kendaraan akan kembali bergerak.

Kebijakan ini bakal mendongkrak penjualan mobil di Indonesia menuju 900.000 hingga 1 juta unit. Sehingga pertumbuhan industri otomotif bisa mencapai nilai 4 miliar dolar AS untuk 2021.

Baca Juga: Pandemi 2020, Ekspor Mobil Listrik Murni dan Hidrogen Korea Selatan Tumbuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI