alexametrics

Presiden Tak Ingin Kebangkitan Industri Otomotif Terganggu Kenaikan Kasus

RR Ukirsari Manggalani | Ummi Hadyah Saleh
Presiden Tak Ingin Kebangkitan Industri Otomotif Terganggu Kenaikan Kasus
Suasana pameran IIMS 2018 di Jakarta. Sebagai ilustrasi penyelenggaraan IIMS berlangsung tiap tahun, hanya terputus di awal pandemi pada 2020 [Antara/Zarqoni Maksum]

Angka kesembuhan Covid-19 diharap terus naik, sementara industri otomotif juga menggarap pasar-pasar ekspor.

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo menyatakan saat membuka Indonesia International Motor Show atau IIMS Hybrid 2021 (15/4/2021) bahwa terdapat kenaikan purchase order alias pesanan kendaraan di sektor otomotif sebesar 190 persen. Situasi ini, antara lain disebabkan adanya pemberian relaksasi pajak untuk benda mewah (PPnBM) secara bertahap, diawali besaran pajak nol persen yang diartikan pajak 100 persen ditanggung Pemerintah.

Menurut Presiden Joko Widodo atau Jokowi, hal ini pertanda industri otomotif sudah bangkit kembali.

"Sebelum masuk ruangan ini, saya dapat laporan dari Menperin, ada kenaikan untuk purchase ordernya 190 persen. Artinya harus inden, artinya yang memproduksi ini kewalahan, artinya lagi industri otomotif sudah bangkit kembali," jelas Presiden Joko Widodo dalam pidato peresmian IIMS Hybrid 2021 secara daring dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Sejumlah pengunjung memperhatikan mobil di Pameran GIIAS, ICE BSD, Tangerang. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Suasana pameran GIIAS, ICE BSD, Tangerang. Sebagai ilustrasi banyaknya gelaran otomotif sebelum masa pandemi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Beliau pun menyatakan bahwa Purchasing Manager Index (PMI) sudah berada di angka 53. Sementara dari Bank Indonesia (BI), PMI sudah berada di angka 55.

Baca Juga: Presiden RI Joko Widodo Resmi Membuka IIMS Hybrid 2021 Secara Daring

Padahal, lanjutnya, dalam situasi sebelum pandemi atau dalam kondisi normal, perolehan tidak sebesar ini.

"Pada keadaan normal, PMI Indonesia berada di angka 51. kini justru sudah melompat naik di atas kenormalan," tukasnya.

Sehingga Jokowi meminta semua pihak untuk menjaga kondisi ini dengan baik, agar kebangkitan industri otomotif tidak terganggu oleh kenaikan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

"Ini harus betul-betul kita jaga, agar kebangkitan di industri otomotif ini jangan sampai terganggu lagi, akibat pandemi Covid-19 naik. Banyak negara lain sudah turun, anjlok Covidnya, tapi tidak bisa jaga, waspada, tidak hati-hati, kemudian meloncat naik lagi. Ini yang kita jaga," tutur Presiden Joko Widodo.

Beliau juga mengungkapkan pada bulan Januari, kasus harian Covid-19 mencapai sekitar 13 sampai-15 ribuan. Namun dalam tiga minggu ini, kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah berada di angka 4 hingga 6 ribu kasus.

Baca Juga: Krisis Chip Semikonduktor, Awalnya Cuma "Milik" Industri Otomotif

"Naik turun berada di situ. Ini yang harus kita jaga dan kita tekan. Angka kesembuhan kita juga sudah mencapai di atas 90 persen, yakni 90,5 persen. Jauh di atas rata-rata dunia, juga jauh di atas rata-rata Asia," lanjut ayah tiga anak itu.

Kembali ke sektor otomotif, Presiden RI Joko Widodo berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri bisa terus ditingkatkan.

"Sekali lagi, pemerintah berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri bisa ditingkatkan dengan pemakaian kandungan lokal yang semakin tinggi, bukan hanya mengurus pasar dalam negeri saja, tetapi bergerak menggarap pasar-pasar ekspor. Ini saya lihat sudah ada peningkatannya, sudah baik tetapi kita ingin lebih ditingkatkan lagi," tutupnya.

Komentar