alexametrics

Dampak Sulitnya Pasokan Chip Semikonduktor, Daimler Pangkas Jam Kerja

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Dampak Sulitnya Pasokan Chip Semikonduktor, Daimler Pangkas Jam Kerja
Bus lansiran Daimler AG. Sebagai ilustrasi produk [Shutterstock].

Terganggunya pasokan material di sektor otomotif semakin terasakan. Kali ini adalah pabrikan Daimler.

Suara.com - Daimler mesti memangkas jam kerja atas 18.500 karyawan dan menghentikan sementara produksi di dua pabrik yang berlokasi di Jerman. Penyebabnya adalah kekurangan chip semikonduktor yang telah mempengaruhi produksi mobil global.

"Saat ini, ada kekurangan pasokan di seluruh dunia untuk komponen semikonduktor tertentu," kata seorang juru bicara, seperti dikutip dari MSN.

Daimler yang kondang sebagai induk mobil Mercedes-Benz, mengatakan pekerja di pabriknya yang berlokasi di Bremen dan Rastatt akan dipersingkat jam kerjanya.

Langkah ini berarti produksi di pabrik terhenti, akan tetapi memungkinkan staf untuk terus mengerjakan proyek-proyek khusus. Penghentian produksi akan berlaku mulai 23 April selama satu minggu.

Baca Juga: Kuartal Ketiga, Mercedes-Benz CLS 53 4Matic+ Bergaya Sporty Siap Meluncur

Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]
Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]

"Situasinya fluktuatif, sehingga tidak memungkinkan untuk meramalkan dampaknya," tambahnya.

Kekurangan chip semikonduktor global disebabkan dari berbagai faktor. Salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah pabrikan mobil untuk menghentikan sementara aktivitas produksi.

Namun saat pabrik perlahan mulai aktif, terjadi kondisi rawan pasokan di rantai produksi, utamanya chip semikonduktor.

Hal ini dikarenakan para pelaku industri otomotif harus bersaing dengan industri elektronik yang mengalami lonjakan permintaan selama pandemi Covid-19.

Situasi terputusnya pasokan pendukung produk otomotif yang terjadi pada Daimler sudah dialami berbagai brand. Antara General Motors, Ford, Honda, serta Nissan.

Baca Juga: Daimler Tarik 2,6 Juta Unit Mobil Mercedes-Benz di China, Ada Apa?

Komentar