alexametrics

Sepeda Motor Harian Pakai Stabilizer Setang Kemudi, Pelajari Dulu Fungsinya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sepeda Motor Harian Pakai Stabilizer Setang Kemudi, Pelajari Dulu Fungsinya
Penggunaan steering damper pada setang sepeda motor. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/davidpereiras].

Awalnya digunakan pada sepeda motor balap, kini kendaraan harian pun bisa merasakan serunya.

Suara.com - Stabilizer setang motor atau biasa disebut steering damper adalah komponen penting untuk jenis motor balap. Komponen ini sangat berpengaruh dalam memberikan kestabilan dan meredam getaran ketika motor melaju dengan kecepatan penuh.

Tidak hanya konsumsi balapan, komponen ini mulai digunakan pada motor harian demi meningkatkan performa maupun sebagai aksesoris.

Sebelum memasang aksesoris ini, sebaiknya kenali dulu fungsi stabilizer pada setang motor

Mengutip laman Suzuki Indonesia, fungsi utama dari stabilizer adalah menghasilkan putaran yang lebih lambat pada setang dengan memanfaatkan sistem hidrolik. Sistem itu bertujuan agar motor stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi atau saat sedang bermanuver di jalanan berbelok.

Baca Juga: Terciduk! Gofar Hilman Peluk Luna Maya Sambil Naik Motor Lawas Honda, Tersenyum Bahagia

Suzuki Smash dan Address diperbarui dalam GIIAS 2017, di Serpong, Banten, Jumat (11/8). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]
Suzuki Smash dan Suzuki Address, sebagai ilustrasi setang [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Stabilizer juga bisa berfungsi sebagai pemberat untuk mengurangi getaran pada motor, sehingga lebih stabil ketika dikendarai. Fungsi ini akan bekerja maksimal jika kualitas komponen bagus.

Produsen motor sendiri sebenarnya sudah menguji dan mengecek kualitas kendaraan sebelum dijual ke konsumen. Jadi seharusnya komponen stabilizer bawaan memiliki kualitas yang bagus.

Pemasangan stabilizer sebaiknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan, baik sebagai aksesoris motor maupun komponen pendukung performanya.

Pemasangan ini diperbolehkan asalkan bermanfaat dan tidak mengganggu keamanan pengendara saat di jalan, terutama jika dipakai untuk aksesoris.

Ada beberapa tingkatan kekerasan pada alat stabilizer ini, tergantung model dan brand. Pengaturan pada tingkatan kekerasan ini disebut klik. Tingkatannya pun bervariasi seperti 8 klik, 14 klik, 22 klik, 24 klik, dan seterusnya, yang bisa dipasangkan sesuai jenis motor.

Baca Juga: Asyik! Jonathan Rea Siap Lelang Motor Kawasaki Ninja ZX-10R Miliknya, Siapa Minat?

Komentar