alexametrics

General Motors Tak lagi Sematkan Cakram Pemutar CD untuk Model 2022

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
General Motors Tak lagi Sematkan Cakram Pemutar CD untuk Model 2022
Head unit pada mobil tanpa cakram pemutar CD atau CD changer, sebagai ilustrasi [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Dengan sedih perlu dipahami bahwa era CD sudah berakhir.

Suara.com - Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan Compact Disc (CD) pada head unit mobil mulai jarang ditemukan. Hampir semua perusahaan aftermarket yang memproduksi head unit mulai mengurangi porsi produk dengan kelengkapan slot untuk CD.

Sebagai pengganti, perusahaan otomotif mulai menyematkan fitur lain sebagai sarana penunjang pemutar musik digital, seperti slot USB. Hal ini menjadi putusan General Motors untuk mobil-mobilnya yang diproduksi sebagai model 2022.

Menurut GM Authority, opsi pemutar CD di Chevrolet Express dan GMC Savana nantinya tidak akan tersedia untuk model 2022.

Akan tetapi pilihan pemutar CD masih akan tersedia sebagai pilihan untuk model truk Chevrolet Silverado Medium Duty dan Chevrolet Low Car Forward. Pilihan ini sepertinya masih dibutuhkan pada jenis kendaraan komersial.

Baca Juga: General Motors dan Wabtec Kolaborasi, Lokomotif Siap Gunakan Sel Hidrogen

Pabrik GMC Sierra dan GM Silverado di Fort Wayne, Indiana, Juli 2018 [Shutterstock].
Lini produksi mobil-mobil GMC light truck. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Langkah yang diambil General Motors, untuk meninggalkan perangkat pemutar CD sebenarnya agak terlambat bila dibandingkan kompetitornya.

Merek mobil besar seperti Ford, Toyota, dan Honda telah meninggalkannya mulai awal 2016. Sementara Tesla bahkan tidak menggunakan lagi, jauh sebelum perusahaan Jepang melakukan.

Namun demikian, tak dapat dipungkiri masih banyak pengendara mobil yang lebih suka memutar CD di mobil mereka daripada melakukan streaming melalui smartphone. Pemutar CD disebut memiliki kualitas suara yang lebih baik daripada perangkat digital.

Menurut Recording Industry Association of America (RIAA), penjualan album CD di Negeri Paman Sam anjlok hingga 97 persen. Di mana puncaknya terjadi pada 2020.

Penjualan itu menjadi titik terendah sejak 1986. Hal ini juga memberikan bukti nyata bahwa masa emas penjualan CD sudah berlalu.

Baca Juga: Pasokan Chip Semikonduktor Bakal Pulih, General Motors Percepat Pengiriman Produk

Komentar