alexametrics

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Jadi Rintangan Terbesar Beralih ke Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Jadi Rintangan Terbesar Beralih ke Mobil Listrik
Stasiun pengisian baterai mobil listrik atau SPKLU Tesla di salah satu negara Uni Eropa. Sebagai ilustrasi [Shitterstock].

Mengajak konsumen beralih ke mobil listrik bukan persoalan mudah.

Suara.com - Presiden Asosiasi industri otomotif Jerman (VDA), Hildegard Muller mengatakan, kurangnya stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaran Listrik Umum) adalah rintangan terbesar di Eropa.

Dengan kurangnya stasiun pengisian, penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) tidak akan bertambah

Dalam survei yang dilakukan VDA bersama Allensbach, ditemukan bahwa sekitar 70 persen orang Jerman tidak puas dengan jaringan pengisian lokal mereka. Sedangkan kepuasan tertinggi hanya mencapai 0,2 persen.

"Mereka yang memutuskan untuk membeli EV tidak perlu khawatir dengan infrastruktur yang tidak tersedia. Karena pada akhirnya konsumenlah yang akan memutuskan apakah elektromobilitas akan berhasil," jelas Hildegard Muller, seperti dikutip dari Auto News.

Baca Juga: Bos Audi Optimis Mobil Listrik Akan Lebih Menguntungkan

Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).
Ilustrasi pengisian ulang baterai mobil listrik (Shutterstock).

Saat ini, sekitar 68 persen titik pengisian di Uni Eropa hanya tersedia di tiga negara bagian, yakni Jerman, Prancis, dan Belanda.

"Setidaknya dibutuhkan 2.000 titik pengisian baru yang perlu dibangun setiap minggu, dan setidaknya 6 juta titik pengisian diperlukan di seluruh Uni Eropa," sambungnya.

Dan Hildegard Muller, salah satu anggota parlemen Jerman ini juga menyebutkan data temuan tadi tentu bukan sinyal yang baik untuk disampaikan kepada konsumen. Dengan demikian, mengajak konsumen beralih ke mobil listrik bukan sebuah persoalan mudah.

Komentar