facebook

Kisah Miris Sopir Ambulans saat Bertugas, Dilempar Batu hingga Digeber Knalpot Bising

Yasinta Rahmawati | Gagah Radhitya Widiaseno
Kisah Miris Sopir Ambulans saat Bertugas, Dilempar Batu hingga Digeber Knalpot Bising
Kaca mobil ambulans LazisMu dipecah oleh oknum tak bertanggung jawab saat bertugas di jalan (Twitter)

Di saat sopir ambulans berjuang keras, justru ada pengguna usil dengan meneriaki kata kasar dan digeber pakai knalpot bising.

Suara.com - Beberapa waktu lalu viral di media sosial mengenai curhat seorang sopir ambulans di intimidasi saat bertugas.

Ada isu beberapa orang menganggap kalau ambulans tersebut tak membawa pasien dan hanya menakut-nakuti saja.

Nah kali ini pun, sopir ambulans kembali mendapatkan intimidasi saat bertugas di lapangan.

Hal ini diunggah dalam akun Twitter @dagels. Dalam curhatan tersebut, ia mengutarakan kisah yang kurang mengenakkan saat menjadi sopir ambulans.

Baca Juga: Takut Mendengar Sirine Ambulans Tanda Fonofobia? Belum Tentu, Ini Kata Psikolog

Mungkin ini kelanjutan dari curhatan sopir ambulans yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

"Masih ingat apa yang saya bilang kemarin? Sudah terbukti malam ini pukul 2 dini hari. Ambulans LazisMu dilempar batu oleh orang tak dikenal di flyover solo. Posisi sedang membawa keluarga pasien," tulis narasi dalam postingan.

"Jalan pelan-pelan tdengan menyalakan lampu rotator dan padahal sirine tidak dinyalakan. Subhanallah.. Maunya apa orang-orang seperti itu. Ya Allah," tambahnya.

Petugas mengendarai mobil Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk menjemput bayi terkonfirmasi negatif yang ibunya terpapar COVID-19 di Jakarta, Jumat (25/6/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas mengendarai mobil Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk menjemput bayi terkonfirmasi negatif yang ibunya terpapar COVID-19 di Jakarta, Jumat (25/6/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Penulis postingan tersebut pun menambahkan kalau pelaku harusnya bisa berpikir jernih. Jika pelaku berada di posisi keluarga, apakah tega melakukan hal seperti ini.

"Coba bayangkan. Ada keluarga anda yang sakit dengan kondisi penurunan yang signifikasn, anda khawatir. Kemudian anda panggil ambulans, segera lari ke RS, dan ternyata penuh. Pindah RS lain lagi penuh lagi. Sampai harus ke Sardjito dan antre 3 jam sampai maghrib," tulis pengunggah.

Baca Juga: Mengenal Fonofobia, Ketakutan Akan Suara Tertentu yang Bisa Bikin Cemas

"Setelah 3 jam antre, pihak RS bilang kalau kamar penug dan tidak ada kepastian waktu. Kira-kira gimana rasanya punya anggota keluarga yang sakit terkatung-katung tanpa kepastian dan akhirnya harus dibawa pulang lagi?" tambahnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar