alexametrics

Bantuan Chip untuk Pabrikan Mobil Diperkirakan Datang Dalam Waktu Dekat

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Bantuan Chip untuk Pabrikan Mobil Diperkirakan Datang Dalam Waktu Dekat
Ilustrasi pabrikan mobil (Shutterstock)

Kelangkaan chip semi konduktor dalam industri otomotif segera teratasi?

Suara.com - Kepala ekonom dana investasi ING Greater China, Iris Pang, memperkirakan pabrikan mobil akan memiliki sumber baru untuk mengurangi kekurangan chip semikonduktor.

Dalam forum Global Markets yang berlangsung baru-baru ini, ia menyampaikan bahwa produsen chip yang sebagian besar berbasis di Taiwan, telah meningkatkan produksinya.
Hal itu dilakukan untuk membantu industri otomotif yang sangat membutuhkan pasokan chip semikonduktor.

"Perusahaan semikonduktor Taiwan sedang menyesuaikan pembuatan chip untuk mobil, sehingga kekurangan chip dapat diselesaikan dalam beberapa minggu," ujar Iris Pang, dikutip dari Carscoops.

Sementara eksekutif perusahaan pemasok chip semikonduktor berbicara di forum yang sama mengatakan bahwa kekurangan chip yang lebih luas bisa berlangsung hingga paruh 2022.

Baca Juga: Langka Pasokan Chip Semikonduktor, Renault Samsung Tangguhkan Produksi di Korea Selatan

Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]
Ilustrasi chip [Shutterstock]

Beberapa pemasok bahkan mencari cara untuk mendaur ulang chip bekas untuk membantu mengurangi kekurangan berkelanjutan.

Sedangkan belum lama ini, pembuat mobil asal Jerman, BMW memperkirakan bahwa krisis pasokan chip masih akan terjadi hingga akhir 2021.

Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, mengatakan pihaknya yakin kelangkaan ini bisa berlangsung hingga 2022. Senada pendapat CEO Stellantis, Carlos Tavares.

"Krisis semikonduktor, dari semua yang saya lihat bisa terjadi sampai 2022. Saya belum melihat cukup tanda bila pasokan chip akan datang dalam waktu dekat," ungkapnya.

Baca Juga: Produksi BMW Terhambat Kelangkaan Chip, Ini Solusinya