alexametrics

Viral Bocil Kena Tipu saat Barter Motor, Suzuki Satria Ditukar dengan Motor Trondol Bodong

Cesar Uji Tawakal
Viral Bocil Kena Tipu saat Barter Motor, Suzuki Satria Ditukar dengan Motor Trondol Bodong
Viral bocil kena tipu saat barter, Suzuki Satria ditukar dengan motor trondol bodong. (Facebook)

Barter yang dilakukan bocah ini bikin orang tuanya nyesek, kok bisa?

Suara.com - Bagi para orang tua, pastikan buah hati kesayangan Anda tak berpergian jauh dengan menggunakan motor. Selain untuk mencegah petaka di jalan, pengawasan perlu dilakukan untuk menangkal potensi terjadinya hal absurd seperti yang satu ini.

Viral di media sosial, aksi saling tukar barang alias barter yang bikin geleng-geleng kepala. Kejadian ini terkuak melalui unggahan akun Facebook Info Seputar Jepara, beberapa hari yang lalu (27/7/2021).

Akun tersebut menuliskan bahwa barter ini dilakukan antara seorang anak kecil asal Kudus dengan warga asal Jepara.

Apesnya, bocah tersebut menukarkan motor Suzuki Satria dengan motor yang sudah dipereteli, dalam kondisi surat yang tidak jelas pula.

Baca Juga: Sebuah Startup Kembangkan Sensor Kecelakaan Sepeda Motor

"Seorang anak kecil warga kudus cod tukar motor dengan orang Jepara, motornya Satria FU lengkap ditukar dengan Vega ZR bodong suratnya tidak tembus. Orang tuanya berniat untuk mengembalikannya tapi Whatsapp dan Facebook telah diblokir dan tidak tau alamat rumahnya," tulis akun tersebut.

Viral bocil kena tipu saat barter, Suzuki Satria ditukar dengan motor trondol bodong. (Facebook)
Viral bocil kena tipu saat barter, Suzuki Satria ditukar dengan motor trondol bodong. (Facebook)

Kejadian ini tentu bisa menjadi contoh mengapa orang tua tetap harus senantiasa waspada. Setidaknya begitulah menurut para warganet, seperti yang terlontar pada beberapa komentar berikut ini.

"Anak Kecil kalau terlalu diberi kebebasan ya seperti itu, jual/tuker motor kenapa tidak ajak ortu. Pasti anak kecil tersebut punya fikiran sudah dewasa sebelum waktunya. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat anak kecil tersebut, kalau ortu sangat berarti untuknya dalam segala hal," tulis Azi***c.

"Tidak ada pembenaran atas kesalahan, yang ada perbaikan. Tergantung kedua belah pihak jika memang masih bisa di perbaiki ya alhamdulilah, tapi kalau ada yang tidak berkenan ya tidak bisa menuntut paksa," ungkap Muham***.

"Anak kecil naiknya Satria, apa patut dianggap anak kecil? Masih 'bayi' ulahnya keluyuran sampai Jepara COD-an.
Sudah jelas itu salah anak Anda sendiri," timpal Capr***n.

Baca Juga: Tereyuh Kakek Bersepeda 15 Km untuk Vaksin, Ivan Hadiahi Motor

Komentar