alexametrics

Bisnis Suku Cadang Mobil Palsu Dinilai Lebih Menguntungkan Dari Narkotika

Bimo Aria Fundrika | Manuel Jeghesta Nainggolan
Bisnis Suku Cadang Mobil Palsu Dinilai Lebih Menguntungkan Dari Narkotika
Suku cadang otomotif, ilustrasi [Shutterstock].

Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Selama masa pandemi, perdagangan suku cadang palsu secara online meningkat signifikan.

Suara.com - Kepala Kekayaan Intelektual Produk Hukum Daimler, Florian Adt, mengatakan lebih dari 1,7 juta suku cadang palsu disita dan 550 penggerebekan terjadi sepanjang tahun 2020.
 
Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Selama masa pandemi, perdagangan suku cadang palsu secara online meningkat signifikan.

Namun perusahaan berhasil menghapus 138.000 produk palsu dari platform online. Adt mencatat, terjadi hampir tiga kali lebih banyak penghapusan dari masa sebelum pandemi.
 
"Komponen-komponen ini mungkin terlihat sah, tetapi seringkali merupakan tiruan berkualitas rendah yang bahkan tidak memenuhi standar hukum minimum," katanya, dikutip dari Carscoops.

Ia menambahkan, perusahaan menguji beberapa barang palsu dan menemukan bantalan rem palsu memiliki jarak berhenti yang jauh lebih lama serta tingkat keausan yang lebih cepat saat di uji coba.

Selain itu, Daimler juga merilis gambar roda AMG palsu, yang memiliki dua jari-jari yang retak selama pengujian. Bisnis suku cadang palsu memang seringkali memiliki keuntungan yang lebih tinggi daripada narkotika

Baca Juga: Cakram Rem Motor Ini Bikin Ternganga, Harganya Setara Empat Mobil BMW

"Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan akal sehat dan membeli suku cadang dari dealer resmi atau perusahaan terkemuka. Anda juga harus waspada terhadap harga yang tampaknya murah hanya karena terdaftar di Amazon. Tapi itu bukan berarti benar-benar dijual oleh Amazon," ungkapnya.