alexametrics

Kuota Renault Kiger di Indonesia Belum Bisa Dipastikan Akibat Krisis Chip di India

Liberty Jemadu
Kuota Renault Kiger di Indonesia Belum Bisa Dipastikan Akibat Krisis Chip di India
Renault Kiger diperkenalkan di Indonesia pada Jumat (27/8/2021). [Renault India]

Maxindo Renault Indonesia pada Jumat telah memperkenalkan Renault Kiger di Tanah Air.

Suara.com - Chief Operational Officer PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) Davy Tulian mengatakan bahwa kuota Renault Kiger di Indonesia belum bisa dipastikan karena adanya krisis chip di India, tempat mobil jenis SUV kompak itu diproduksi.

Maxindo Renault Indonesia pada Jumat (27/8/2021) telah memperkenalkan Renault Kiger di Tanah Air. Mobil anyar ini diimpor dari India. Tetapi Davy, saat ditanya tentang berapa banyak unit Renault Kiger yang akan masuk Indonesia per bulannya, mengatakan belum bisa memberi kepastian.

"Belum ada angka (pasti) karena masalah chip di India datangnya terlambat. Di manufaktur negara lain (kelangkaan chip) terjadi April-Juli, dan kami antisipasi karena di India, masalah chip ini baru mulai bermunculan," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Yang dimaksud Davy dengan kelangkaan chip adalah krisis chipset semikonduktor untuk mobil dan gawai elektronik yang kini sedang melanda dunia. Beberapa merek otomotif besar dunia saat ini bahkan mengurangi produksinya karena kekurang chip.

Baca Juga: Renault Klaim Mobil SUV Kompak Kini Lebih Diminati Orang Indonesia

Penyebab utama krisis chip ini adalah tingginya permintaan akan laptop dan ponsel karena banyak orang kini terpaksa bekerja dan bersekolah dari rumah dan naiknya harga silikon, bahan yang biasa digunakan untuk memproduksi chip, karena juga digunakan untuk membuat botol vaksin Covid-19.

Davy sendiri masih optimistis dengan potensi Kriger di Indonesia. Ia mengatakan kini sudah ada 70 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Kriger dari konsumen di Tanah Air.

Sebelumnya Davy mengungkapkan bahwa Renault Kriger diboyong ke Indonesia karena minat pasar Tanah Air saat ini sedang condong ke mobil SUV kompak.

Renaul memprediksi bahwa pasar SUV kompak Indonesia akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan dan diperkirakan mencapai 25.000 unit per bulan di 2025 mendatang.

"Segmen compact SUV sangat menarik. Size (penjualan) 10 tahun lalu adalah sekitar 7 ribuan, dan pada tahun 2019 (penjualannya) mencapai 16.000 per bulan. Di tahun 2020 sempat menurun karena pandemi, tapi tahun ini sudah mulai bounce back ke angka 12.000 sampai 13.000 ribu per bulan," ujar Davy.

Baca Juga: Masuk Indonesia, Renault Kiger Dibanderol Mulai Rp 278 Juta

Renault Kiger diluncurkan secara global di India pada awal Februari lalu. Di Indonesia sendiri, setelah soft launch hari ini, Renault Kriger akan kembali diluncurkan di arena GIIAS 2021 yang rencananya digelar pada November mendatang.

Komentar