alexametrics

Perusahaan Ini Gunakan Hasil Olahan Pakan Ternak untuk Interior Mobil

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Perusahaan Ini Gunakan Hasil Olahan Pakan Ternak untuk Interior Mobil
Logo perusahaan otomotif Skoda. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Mulai pakan hewan sampai sabut kelapa dan rumput alang-alang digunakan Skoda untuk produksi berkelanjutan serta daur ulang.

Suara.com - Perusahaan otomotif asal Republik Ceko, Skoda baru-baru ini mengajukan paten bahan interior baru yang terbuat dari bahan alami.  Antara lain adalah bahan-bahan yang biasa didapat pada pakan ternak.

Dalam daftar paten atas bahan interior itu terdapat material yang terbuat dari bubur bit gula atau yang biasa digunakan untuk pakan ternak. Perusahaan telah menggunakan proses khusus, lalu bahan dicampur pewarna untuk membuat aksen interior. Selain itu memanfaatkan bahan yang mungkin yang sudah tidak digunakan.

Perusahaan menyatakan dengan cara ini mereka bisa meminimalisir hasil karbon dioksida saat membawanya ke pabrik.

Skoda Octavia edisi 2021 dengan material interior daur ulang dan ramah lingkungan [Carscoops].
Skoda Octavia edisi 2021 dengan material interior daur ulang dan ramah lingkungan [Carscoops].

Kepala pengembangan teknis Skoda, Johannes Neft mengatakan, pihaknya berniat menjadi perintis di bidang ramah lingkungan dan produk berkelanjutan. Untuk itu Skoda memilih pendekatan holistik dan mengatasi lebih dari sekadar emisi CO2 yang dihasilkan produknya.

"Kami juga fokus untuk meneliti dan menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara ekologis. Misalnya, bagaimana bahan-bahan seperti sabut kelapa atau sekam padi dapat digunakan di masa depan," ujar Neft, seperti dikutip dari Carscoops.

Baca Juga: Asal Indonesia, Irene Nikkein Jabat Direktur Regional Rolls-Royce Asia Pasifik

Selain memanfaatkan hasil olahan dari pakan hewan, Skoda saat ini juga sedang meneliti miskantus, sejenis rumput alang-alang. Gunanya menyerap CO2 di sepanjang jalan. Rumput juga sering digunakan sebagai bahan bakar nabati dan residunya dapat diolah menjadi potongan-potongan kecil.

Selain material baru, trim di bagian kabin terbuat dari 100 persen wol baru yang disertifikasi The Woolmark Company dan kain yang terbuat dari botol daur ulang.

"Semua dilakukan sebagai upaya agar perusahaan beralih dari penggunaan plastik dan kulit," tutup Neft.

Komentar