Nissan Kicks e-Power Termasuk Kategori Mobil Listrik atau Hybrid?

Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:30 WIB
Nissan Kicks e-Power Termasuk Kategori Mobil Listrik atau Hybrid?
Nissan Kicks e-Power warna baru [Nissan Indonesia via ANTARA].

Suara.com - Nissan Motor Distributor Indonesia terus aktif memperkenalkan Nissan Kicks e-Power sebagai kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Meski mobil ini sepenuhnya mengandalkan tenaga yang disalurkan dari baterai, namun Nissan tetap menyematkan mesin di dalamnya. Hal ini menjadi tanda tanya: apakah Nissan Kicks e-Power masuk dalam kategori kendaraan listrik atau hybrid?

Bagus Susanto, Nissan Representative Director PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menjelaskan bahwa teknologi e-Power dikembangkan berdasarkan dari teknologi full Battery Electric Vehicle (BEV). Tim enginering Nissan mendevelop berdasarkan arsitektur mobil listrik.

Menjajal Nissan Kicks e-POWER di trek non-aspal [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Suara.com tengah menjajal Nissan Kicks e-POWER di trek non-aspal, diabadikan jauh sebelum masa pandemi COVID-19 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

"Jadi Nissan Kicks e-Power sepenuhnya digerakkan motor listrik, atau 100 persen motor listrik," kata Bagus Susanto, saat Ngovsan atau Ngobrol Santai Virtual bersama Forwot, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan, mesin bensin bertugas untuk mencukupi kebutuhan ekstra charging. Jadi fungsinya hanya untuk charging baterai. Hal ini tidak mengurangi performa dari kendaraan.

Perbedaannya dibandingkan mesin hybrid adalah teknologi hibrida mengadopsi mobil konvensional bermesin bensin. Kemudian sebuah motor listrik dimasukkan, sehingga bisa menggerakkan kendaraan dalam kurun waktu tertentu. Bergantian bekerja antara tenaga baterai dan mesin.

"Ini jelas ada perbedaan dari sisi arsitektur teknologinya," ungkap Bagus.

Selain itu, disebutkan pula bahwa teknologi e-Power 100 persen digerakkan motor listrik. Ini mendekati performa mobil listrik.

"Berbeda dengan hybrid, mesin bensin menggunakan mesin kecil maka power kurang maksimal," tegas Bagus.

Baca Juga: Untuk Pasar Indonesia, Nissan Sudah Siapkan Produk Terelektrifikasi

Meski demikian, bila mengikuti aturan pajak per tanggal 16 oktober ini, klasifikasi pajak untuk kendaraan di Indonesia berdasarkan efisiensi bahan bakar.

"Jadi insentif lebih kepada kendaraan yang ramah lingkungan," tutup Bagus Susanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI