- Sekitar 80 persen pembelian mobil Daihatsu di Indonesia masih mengandalkan fasilitas pembiayaan atau skema kredit konsumen.
- Penyaluran kredit sempat terhambat tahun lalu akibat lembaga pembiayaan menghadapi tren kredit bermasalah (NPL) yang tinggi.
- Daihatsu melakukan mitigasi dengan menerapkan profiling konsumen sejak awal negosiasi untuk memperlancar persetujuan kredit.
Suara.com - Astra Daihatsu mengungkapkan bahwa sebagian besar pembelian mobil Daihatsu di Indonesia masih mengandalkan fasilitas pembiayaan atau kredit mobil.
Marketing & CR Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengatakan sekitar 80 persen konsumen Daihatsu membeli mobil melalui skema kredit. Namun, penyaluran kredit kendaraan sempat menghadapi tantangan pada tahun lalu.
“Di Daihatsu sendiri memang sekitar 80 persen pembelian menggunakan kredit. Kendala pada tahun lalu lebih kepada dukungan dari lembaga pembiayaan karena mereka juga menghadapi tren non-performing loan yang cukup tinggi,” ujar Tri di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jumat (13 Maret 2026).
Menurut Tri, sejumlah lembaga pembiayaan menjadi lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit karena meningkatnya tren non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah.
Kondisi tersebut berdampak pada proses persetujuan kredit bagi calon pembeli mobil, sehingga tidak semua pengajuan dapat langsung disetujui oleh pihak pembiayaan.
Untuk mengurangi risiko pengajuan kredit yang ditolak, Daihatsu menerapkan strategi dengan melakukan profiling calon konsumen sejak awal proses penjualan.
Tri menjelaskan, pihak diler akan menyampaikan berbagai persyaratan kredit sejak tahap awal negosiasi dengan konsumen. Dengan begitu, calon pembeli dapat mengetahui lebih awal apakah profil finansialnya memenuhi ketentuan dari lembaga pembiayaan.
“Kami mencoba melakukan mitigasi melalui profiling konsumen sejak awal. Artinya ketika ada negosiasi dengan konsumen, persyaratan kredit sudah disampaikan di depan,” kata Tri.
Menurutnya, salah satu acuan yang umum digunakan adalah besaran cicilan yang idealnya tidak melebihi sepertiga dari total pendapatan bulanan. Selain itu, faktor lain seperti kepemilikan rumah atau aset juga dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam proses verifikasi kredit oleh lembaga pembiayaan.
Baca Juga: Pusat Suku Cadang Daihatsu di Cikarang Pasok Komponen Kendaraan Hingga ke Jepang dan Arab Saudi
Melalui langkah tersebut, Daihatsu berharap proses pengajuan kredit konsumen dapat berjalan lebih lancar sekaligus menekan potensi penolakan dari pihak pembiayaan.