alexametrics

Mapolresta Surakarta Musnahkan Knalpot Bising di Atas 1.000 Unit, Simbolis Digergaji

RR Ukirsari Manggalani
Mapolresta Surakarta Musnahkan Knalpot Bising di Atas 1.000 Unit, Simbolis Digergaji
Ilustrasi knalpot sepeda motor. [Shutterstock]

Polresta Surakarta memusnahkan 1.259 knalpot bising atau brong, ini bahayanya bila menggunakan produk non standar.

Suara.com - Polresta Surakarta memusnahkan barang bukti knalpot bising atau knalpot brong sejumlah 1.259 unit. Berlangsung di halaman Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Senin (11/10/2021), saluran gas buang sepeda motor itu memiliki spesifikasi tidak standar, dan bersuara bising. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Knalpot brong ini hasil operasi di wilayah Solo sejak Maret hingga Oktober 2021," jelas Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak saat memimpin pemusnahan knalpot brong.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak (tengah) didampingi Wakapolresta Surakarta AKBP Gatot Yulianto (tiga dari kanan) dan Kasat Lantas Kompol  Adhytiawarman Gautama Putra (dua dari kiri) saat menyasikan pemusnahan barang bukti knalpot "brong" di Mapolresta Surakarta, Senin (11/10/2021). [ANTARA/Bambang Dwi Marwoto]
Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak (tengah) didampingi Wakapolresta Surakarta AKBP Gatot Yulianto (tiga dari kanan) dan Kasat Lantas Kompol Adhytiawarman Gautama Putra (dua dari kiri) saat menyasikan pemusnahan barang bukti knalpot "brong" di Mapolresta Surakarta, Senin (11/10/2021). [ANTARA/Bambang Dwi Marwoto]

Kapolresta menyatakan pula, kondisi knalpot ini membahayakan pengendara sepeda motor itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Dan tak kalah penting, juga meresahkan masyarakat.

Dalam acara pemusnahan knalpot brong oleh Kapolresta didampingi Wakapolresta Surakarta AKBP Gatot Yulianto dan Kasat Lantas Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, secara simbolis knalpot brong dipotong gergaji mesin. Sesudahnya baru dilakukan pemusnahan menggunakan mesin penggilas atau dikenal sebagai stoom walls.

Baca Juga: Jajal Mobil Ikonik James Bond, Lance Stroll dan Sebastian Vettel Minta Tambah Waktu

Kapolres menjelaskan bahwa knalpot brong tadi adalah barang bukti hasil beberapa penindakan pelanggaran lalu lintas oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta, mulai Maret hingga 9 Oktober 2021.

Pengendara atau pengguna jalan yang menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan seperti regulasi yang berlaku akan dikenakan penindakan.

Dalam Pasal 285 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa setiap pengendara di jalan wajib memenuhi syarat teknis dan laik jalan.

"Jadi, dari 1.259 penindakan, dilakukan penyitaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifik tehnis itu. Kami lantas melakukan pemusnahan barang bukti sebanyak 1.259 knalpot brong ini," Kapolres.

Dalam rangka penegakan hukum Pasal 285 ayat (1) UU LLAJ yang dilakukan selain tidak terpenuhinya syarat spesifikasi dan teknis syarat laik jalan syarat operasionalnya, juga dilakukan karena penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis ini dapat membahayakan bagi pengendara kendaraan bermotor itu sendiri.

Baca Juga: Ini Penyebab Knalpot Sepeda Motor Menembak Saat Lepas Gas

"Telah dilakukan penelitian, dengan knalpot brong, pembakaran menjadi tidak sama seperti spesifikasi teknis knalpot itu sendiri," kata Kapolresta Surakarta.

Dari beberapa kejadian, bisa terjadi arus pembakaran yang melebihi kapasitas sehingga berpotensi terjadi kebakaran pada kendaraan bermotor itu.

Setelah memenuhi pembayaran denda tilang yang wajib dilakukan pelanggar di pengadilan maupun bank, kata Kapolresta, ada kewajiban untuk melepas knalpot brong pada kendaraannya untuk diganti kembali dengan knalpot yang sesuai dengan spesifikasi teknis atau standar.

Komentar